zonamerahnews.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan senjata baru untuk memerangi ancaman banjir yang kerap melanda ibu kota. Melalui proyek ambisius bertajuk JakTirta Project, penanganan air di Jakarta kini diarahkan pada penguatan infrastruktur penampungan air yang lebih masif dan terintegrasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa optimalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Mampang dan Krukut diprediksi mampu mereduksi risiko banjir hingga delapan persen. Langkah preventif ini dilakukan dengan membangun sejumlah embung dan waduk strategis di berbagai titik rawan.

Salah satu fokus utama saat ini adalah pembangunan Embung Kebagusan di Jakarta Selatan. Proyek yang menelan anggaran sekitar 250 miliar rupiah ini mencakup biaya pembebasan lahan serta pembangunan fisik embung. Meski luasnya hanya sekitar dua hektare, Embung Kebagusan diharapkan mampu menyumbang pengurangan banjir sebesar 2,3 persen khusus untuk sistem Kali Mampang-Krukut.
Selain berfungsi sebagai pengendali air, fasilitas ini dirancang multifungsi sebagai ruang terbuka hijau bagi warga untuk berolahraga. Menariknya, Pramono juga memberikan instruksi khusus agar air yang tertampung di embung dapat diolah menjadi air layak konsumsi melalui kerja sama dengan PAM Jaya.
Selain Kebagusan, pemerintah juga tengah mengebut pembangunan Embung Pondok Labu dan Waduk Sunter Hulu yang ditargetkan rampung pada Februari 2027. Secara teknis, Jakarta membedakan penampungan air berdasarkan luasnya yakni embung untuk area di bawah lima hektare dan waduk untuk area yang lebih luas.
JakTirta Project sendiri merupakan program strategis yang telah berjalan sejak 2025. Program ini tidak hanya mengandalkan kolam tampungan, tetapi juga melibatkan pembangunan sistem polder di lahan rendah serta normalisasi aliran sungai guna menciptakan sistem pengendalian air yang menyeluruh di Jakarta.

