zonamerahnews.com – Presiden RI Prabowo Subianto baru-baru ini melontarkan kritik tajam yang menyasar kalangan intelektual di Indonesia. Dalam pidatonya pada Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo Jawa Timur 19 September 2023 Prabowo menyerukan pentingnya keberanian berpikir mandiri dan tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh asing. Ia menegaskan bahwa pendidikan dan pengetahuan adalah pilar utama untuk membentuk generasi penerus yang tangguh.
Mengawali sambutannya Prabowo menyoroti kesamaan nilai-nilai luhur antara Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor dengan Akademi Militer Indonesia Akmil. "Berbudi tinggi harus berbudi tinggi jujur ikhlas tidak boleh jadi koruptor" tegas Prabowo mengingatkan. Ia menambahkan bahwa integritas sejati tidak bisa dipalsukan hanya demi jabatan atau kekuasaan yang berujung pada penyalahgunaan kepercayaan.

Lebih lanjut Prabowo menggarisbawahi urgensi pembangunan bangsa yang kokoh agar Indonesia tidak lagi terjerumus dalam bayang-bayang dominasi pihak lain. Kekuatan ini menurutnya harus dibangun di atas dasar kejujuran dan keberanian untuk mengakui setiap kelemahan diri. "Kita harus jujur kepada diri kita sendiri kita harus berani melihat kelemahan-kelemahan kita" ujarnya menekankan bahwa introspeksi adalah langkah awal menuju perbaikan.
Pentingnya pemimpin yang cerdas dan berpengetahuan luas juga menjadi sorotan utama. Prabowo mengingatkan agar para pemimpin Indonesia tidak mudah dibohongi atau dibodohi oleh pihak manapun. Dalam nada heran ia bahkan mengungkapkan kekecewaannya terhadap sebagian akademisi bergelar profesor yang dinilainya justru gagal melihat ketidakadilan dan malah cenderung membela kepentingan asing. Ia mempertanyakan bagaimana seorang profesor bisa abai terhadap ketidakadilan dan justru berpihak pada kepentingan pihak luar.
Selain kecerdasan Prabowo menekankan pentingnya kebebasan berpikir yang bertanggung jawab. Kebebasan ini bukan berarti tanpa arah melainkan harus disertai keberanian untuk memilah informasi dan berpikir secara benar. "Berpikiran bebas Jangan mau dicuci otak oleh mereka-mereka yang tidak ada niat baik terhadap kita" serunya mengingatkan akan bahaya propaganda.
Mengingat kembali pahitnya sejarah penjajahan bangsa lain Prabowo menegaskan bahwa pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran berharga. Ia mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bertekad bulat agar tidak lagi berada dalam posisi yang lemah dan mudah dijajah. "Ini pahit tapi kita harus berani mengakui dan kita harus belajar dari situ dan kita harus bertekad jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapapun" tegasnya penuh semangat.
Akhirnya Prabowo menutup pidatonya dengan visi Indonesia yang kuat. Dengan kekuatan itu Indonesia tidak hanya mampu menjaga kedaulatannya sendiri tetapi juga dapat berperan aktif membantu bangsa-bangsa lain yang tertindas. "Kalau kita tidak punya kekuatan bagaimana kita bisa membantu" pungkasnya menyoroti pentingnya kekuatan nasional sebagai prasyarat untuk berkontribusi pada perdamaian dan keadilan global.

