zonamerahnews.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup KLH BPLH Moh Jumhur Hidayat baru-baru ini membuat gebrakan dengan turun langsung ke Banjarbaru Kalimantan Selatan. Kunjungan mendadak ini bukan tanpa alasan Presiden RI sendiri yang memerintahkan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan karhutla di sana benar-benar efektif. Tujuannya jelas memastikan api terkendali masyarakat aman dari asap dan para pembakar lahan ditindak tanpa ampun.
Di lokasi peninjauan Menteri Jumhur menegaskan kehadirannya adalah untuk memastikan koordinasi di lapangan berjalan mulus. Pemerintah pusat dan daerah kementerian lembaga BNPB BMKG TNI Polri hingga masyarakat semua dikerahkan untuk memadamkan titik api yang menjadi prioritas utama. Namun ia juga mengingatkan bahwa upaya ini tak hanya soal teknis tetapi juga ikhtiar bersama agar musim kemarau pemicu kebakaran segera berakhir.

Selain memadamkan api fokus pemerintah juga tertuju pada perlindungan kesehatan warga. Langkah mitigasi serius digalakkan agar masyarakat tidak terdampak parah oleh paparan asap. Kementerian Kesehatan bersama Puskesmas dan fasilitas kesehatan setempat bahu membahu memastikan warga mendapat penanganan terbaik. Ini adalah bentuk gotong royong yang krusial tambah Menteri Jumhur.
Pemerintah tak main-main dengan praktik pembakaran lahan. Menteri Jumhur menyatakan tidak ada toleransi bagi siapa pun yang sengaja membakar hutan untuk membuka area baru. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas. Terbukti Polri telah menetapkan 72 tersangka dari sembilan Polda di berbagai wilayah. KLH BPLH juga mengintensifkan investigasi terhadap korporasi yang area konsesinya terbakar. Sanksi berat menanti mulai dari administratif gugatan perdata ganti rugi lingkungan hingga pembebanan biaya pemulihan ekosistem.
Ada kabar baik dari Kalimantan Selatan. Data BNPB menunjukkan luas lahan terbakar di Kalsel pada 2023 mencapai 190 ribu hektare. Namun berkat upaya keras saat ini angka tersebut berhasil ditekan drastis menjadi sekitar 8.000 hektare. Menteri Jumhur berharap angka ini tidak kembali melonjak mendekati kondisi tahun lalu. Ini menandakan keberhasilan mitigasi sebelum bencana dan kita akan terus berjuang bersama semua pihak pungkasnya. KLH BPLH berkomitmen mengawal operasi penanganan karhutla hingga tuntas demi keselamatan dan kesehatan masyarakat serta kelestarian ekosistem dari kejahatan lingkungan.

