zonamerahnews.com – Tim kepolisian dari Polres Sikka berhasil menembus salah satu desa terpencil di Pulau Palue yang sempat terisolasi pasca-gempa bumi dahsyat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu lalu. Desa Nitung, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, yang selama hampir dua hari terputus dari akses luar, kini akhirnya terjangkau oleh bantuan.
Perjalanan menuju Desa Nitung bukanlah perkara mudah. Dipimpin oleh Wakapolres Kompol Marselus Yugo Amboro, rombongan aparat harus menempuh jalur darat yang ekstrem selama dua jam dari bibir pantai. Mereka tiba pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WITA, setelah melewati rintangan jalan yang penuh bahaya.

"Kesulitan utama kami adalah kondisi jalan yang sangat rawan longsor, benar-benar mempertaruhkan nyawa," ungkap Yugo Amboro kepada zonamerahnews.com, Senin pagi. Ia menjelaskan, jalur yang dilalui dipenuhi bebatuan besar dan reruntuhan tanah, membuat upaya pembukaan akses menjadi sangat berisiko.
Setibanya di lokasi, pemandangan memilukan langsung menyambut tim. Ratusan rumah warga di Desa Nitung mengalami kerusakan parah, bahkan lebih dari seratus bangunan hancur lebur. Akibatnya, lebih dari 2000 jiwa warga desa terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat yang seadanya.
"Mereka belum menerima bantuan sama sekali karena desa ini terisolasi hampir dua hari setelah gempa," tambah Yugo. Kondisi ini diperparah dengan terputusnya total aliran listrik dan jalur komunikasi, membuat warga semakin terpojok. Yugo memperkirakan Desa Nitung menjadi wilayah dengan dampak terparah di Kabupaten Sikka akibat bencana ini.
Tragedi gempa juga menelan korban jiwa di Pulau Palue. Beberapa warga Desa Nitung dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan, sementara dua orang lainnya mengalami luka berat. Dengan total populasi Pulau Palue mencapai 10.728 jiwa, upaya pemulihan dan penyaluran bantuan kini menjadi prioritas utama. Tim sedang berupaya keras agar logistik dan kebutuhan dasar bisa segera didorong ke lokasi.

