zonamerahnews.com – Kisah pilu YTR menyita perhatian publik setelah terungkapnya derita penyiksaan dan penyekapan brutal yang ia alami selama tiga tahun. Tersangka utama, Taufik Hidayat, diduga kuat menjadi dalang di balik kekejaman ini. Selama kurun waktu tersebut, Taufik kerap berpindah-pindah tempat tinggal, menyewa berbagai kosan, dan bahkan mengaku telah menikahi YTR demi mengelabui warga sekitar agar tidak menaruh curiga.
Tragedi yang menimpa YTR akhirnya terbongkar setelah ia dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada 10 Juni lalu. Tak lama berselang, Taufik Hidayat berhasil diringkus dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat. Penyelidikan mendalam pun terus dilakukan untuk mengungkap seluruh fakta di balik penganiayaan keji ini.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, bahkan menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami kondisi kejiwaan Taufik. Tindakan brutal yang dilakukan tersangka terhadap YTR dinilai sangat tidak wajar dan di luar batas perilaku manusia normal, bahkan disebut sebagai perbuatan sadis. Dari hasil pemeriksaan awal, Taufik diketahui memiliki kebiasaan buruk mengonsumsi minuman keras. Setiap kali berada di bawah pengaruh alkohol, pertengkaran sengit kerap terjadi antara dirinya dan YTR, yang kemudian berujung pada tindak kekerasan fisik.
Selama masa penyekapan, YTR menjadi korban kekerasan berulang kali. Tersangka tak segan memukul tubuh korban. Pada suatu waktu di tahun-tahun awal penyekapan, saat mereka tinggal di kawasan Cicaheum, Bandung, Taufik bahkan tega menyundutkan rokok ke tubuh YTR jika sedang kesal. Di kesempatan lain, mata kanan dan kiri YTR dipukul menggunakan benda tumpul, dan lututnya pernah dilukai dengan benda tajam menyerupai besi.
Kondisi YTR saat tiba di RSHS Bandung sangat memprihatinkan. Direktur Utama RSHS Bandung, Rachim Dinata Marsidi, mengungkapkan bahwa korban menderita banyak luka, terutama di bagian kepala yang mengalami infeksi parah. Lebih mengejutkan lagi, ditemukan belatung di area luka kepala tersebut. Tim medis RSHS segera melakukan operasi pembersihan luka dan menemukan bakteri yang cukup berbahaya.
Meski telah melalui masa kritis, YTR kini menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Namun, penganiayaan brutal yang ia alami meninggalkan dampak permanen, terutama pada penglihatannya. Kerabat YTR, Erni, menjelaskan bahwa mata kanan korban mengalami kerusakan parah, sementara pupil mata kirinya mengecil. Meskipun demikian, YTR menunjukkan semangat luar biasa untuk mandiri, seperti berusaha makan sendiri.
Baik YTR maupun ayahnya menuntut keadilan. Dalam sebuah video, YTR dengan tegas meminta agar Taufik dihukum seberat-beratnya, agar pelaku merasakan penderitaan yang sama. Ayah YTR juga berharap Taufik dijatuhi hukuman maksimal, bahkan seumur hidup, mengingat kondisi YTR yang kini cacat permanen akibat perbuatannya.

