zonamerahnews.com – Sebuah langkah progresif diambil untuk mengatasi tantangan sampah di Ibu Kota. Warga Jakarta Selatan kini diajak aktif berpartisipasi dalam gerakan pilah sampah langsung dari sumbernya, rumah tangga masing-masing. Inisiatif ini digagas oleh Prakarsa Warga Jakarta Selatan melalui serangkaian sosialisasi dan pelatihan yang baru-baru ini digelar di Balai Warga Ciganjur Kecamatan Jagakarsa.
Bintang Mangkauk Koordinator Prakarsa Warga Jakarta Selatan menegaskan bahwa pemilahan limbah rumah tangga adalah kunci utama menuju lingkungan yang lebih bersih sehat dan berkelanjutan. Menurutnya pemahaman mendalam tentang jenis kategori dan dampak sampah sangat esensial. Oleh karena itu pelatihan ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan kemampuan praktis memilah sampah secara sederhana namun efektif berbasis komunitas.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi fondasi kuat untuk membangun budaya pilah sampah yang konsisten dari setiap rumah. Ini bukan hanya sekadar program melainkan gerakan kolektif yang diharapkan membawa perubahan nyata bagi lingkungan kita" ujar Bintang dalam keterangan tertulisnya. Acara tersebut menghadirkan sejumlah pakar termasuk Arif Hidayat dan Reinhat P Adam dari Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Jagakarsa serta Ida Farida selaku Koordinator Wilayah Jakarta Selatan dari Asosiasi Bank Sampah Indonesia ASOBSI.
Para peserta diberikan wawasan komprehensif mengenai kebijakan pengelolaan sampah teknik praktis memilah limbah organik anorganik dan residu. Tak hanya itu mereka juga diperkenalkan pada mekanisme kerja bank sampah yang berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat. Jajaran pengurus Prakarsa Warga Jakarta Selatan dari berbagai tingkatan turut hadir menunjukkan komitmen penuh terhadap program ini.
Melalui edukasi dan praktik langsung ini Prakarsa Warga Jakarta Selatan menargetkan terbentuknya kesadaran kolektif serta aksi nyata dari warga. Tujuannya jelas mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan demi terwujudnya permukiman yang lebih asri sehat dan nyaman bagi seluruh penduduk.
Gerakan ini sejalan dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Pramono Anung Wibowo pada Mei lalu. Ingub tersebut mendorong program pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Gubernur Pramono berharap inisiatif ini dapat secara signifikan mengurangi beban penumpukan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu TPST Bantargebang dengan dukungan penuh dari penyediaan sarana dan prasarana yang memadai di tingkat rumah tangga.

