zonamerahnews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kondisi kekeringan ekstrem mulai menghantam sejumlah wilayah di Indonesia. Minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat ribuan warga di Jawa Barat dan Jawa Tengah kini berjuang keras mendapatkan air bersih. Total 2.245 jiwa di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Klaten menjadi korban langsung dari krisis air ini.
Dalam laporan terbaru yang mencakup periode 15 hingga 16 Juni 2026, BNPB menggarisbawahi kemunculan bencana hidrometeorologi kering yang beriringan dengan ancaman banjir serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kabupaten Bekasi, khususnya Desa Ridogalih Kecamatan Cibarusah, warga merasakan dampak kekeringan setelah satu bulan penuh tanpa hujan. Sekitar 296 kepala keluarga atau 800 penduduk di sana kini kesulitan memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi harian. Merespons situasi genting ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah bergerak cepat mendistribusikan pasokan air bersih dan berjanji akan terus melakukannya hingga kebutuhan masyarakat terpenuhi sepenuhnya.

Pemandangan serupa juga terlihat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kekeringan parah sepanjang bulan Juni telah memukul tiga desa di Kecamatan Kemalang: Kendalsari, Tegalmulyo, dan Tlogowatu. Data BNPB menunjukkan 393 kepala keluarga atau 1.445 individu di sana menghadapi tantangan serius dalam mengakses air bersih. BPBD Klaten, berkolaborasi dengan pemerintah desa setempat, telah menginisiasi upaya penanganan, termasuk pengiriman bantuan air bersih ke titik-titik terdampak.
Selain krisis air, BNPB juga mencatat beberapa insiden bencana lain. Banjir besar melanda Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, pada Senin 15 Juni. Musibah ini berdampak pada 44 kepala keluarga atau 278 jiwa, bahkan memaksa 36 orang mengungsi. Wilayah yang terendam meliputi Desa Kalasin, Kelurahan Beriwit, Desa Bahitom, Desa Muara Joloi II, hingga Kelurahan Tumbang Lahung. Saat ini, BPBD bersama instansi terkait masih aktif melakukan pendataan dan penanganan di lapangan, dengan laporan terkini menyebutkan ketinggian air mulai menyusut.
Sementara itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan juga muncul di kawasan Bukit Silvia, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa yang terjadi pada Kamis 11 Juni ini diduga kuat dipicu oleh cuaca panas ekstrem dan kondisi vegetasi yang sangat kering, menyebabkan api menjalar dengan cepat di area perbukitan.
Menyikapi beragam bencana yang terjadi, BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana yang karakteristiknya berbeda-beda di setiap wilayah.

