zonamerahnews.com – Sebuah kejutan terjadi di markas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu malam. Bupati Muara Enim Edison, bersama seorang petinggi perusahaan swasta, mendadak hadir di tengah pusaran operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kedatangan Bupati Edison dan Cory Erin Hardi, perwakilan dari PT Millenium Solusi Abadi, terpantau sekitar pukul 22.31 WIB di Gedung Merah Putih KPK. Keduanya memilih bungkam saat awak media mencoba meminta konfirmasi terkait maksud kehadiran mereka di markas lembaga antirasuah tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kemudian membenarkan bahwa kehadiran Edison dan Cory bukan tanpa alasan. Keduanya dijadwalkan menjalani pemeriksaan intensif sebagai bagian dari rangkaian penyelidikan OTT yang baru saja digelar. "Benar, untuk menjalani pemeriksaan terkait dengan tangkap tangan dugaan suap pengaturan temuan pemeriksaan BPK di Pemerintah Kabupaten Muara Enim," ungkap Budi melalui pesan tertulis pada Kamis.
Sebelumnya, KPK telah melancarkan operasi senyap di Jakarta pada 9 dan 10 Juni lalu, berhasil mengamankan lima orang ASN BPK. Penangkapan ini diduga kuat berkaitan dengan praktik suap yang bertujuan memanipulasi hasil audit BPK terhadap beberapa proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Salah satu proyek yang disorot adalah pengadaan Smart TV, yang sebelumnya telah dijelaskan dalam konstruksi perkara Muara Enim.
Kelimapuluh ASN BPK tersebut telah menjalani pemeriksaan maraton di KPK hingga Rabu malam. Pihak KPK berjanji akan terus mendalami peran dan keterlibatan semua pihak yang diamankan dalam operasi ini. Rencananya, konferensi pers untuk mengumumkan secara resmi hasil tangkap tangan ini akan digelar pada Kamis.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus yang menjerat Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Sebelumnya, KPK juga telah menggelar OTT di Jakarta dan Sumatera Selatan pada 6-8 Juni lalu. Operasi tersebut menyasar dugaan suap dalam pengadaan barang dan jasa (PBJ) serta penerimaan gratifikasi pada tahun anggaran sebelumnya di Pemkab Muara Enim.
Dari sepuluh orang yang diamankan dalam OTT sebelumnya, empat di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Mereka adalah Bupati Muara Enim Edison, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abi Nurwardani, orang kepercayaan bupati Adi Triyadi, serta pihak swasta Cory Erin Hardi dari PT Millenium Solusi Abadi. Keempatnya kini mendekam di tahanan selama 20 hari pertama, terhitung sejak 9 hingga 28 Juni.

