zonamerahnews.com – Presiden terpilih Prabowo Subianto melontarkan pernyataan yang menggegerkan sekaligus memancing tawa saat membuka Musyawarah Nasional HIPMI XVIII di Bandar Lampung. Ia berjanji akan terus mengawasi gerak-gerik pembangunan bangsa, bahkan jika suatu saat nanti telah dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebuah komitmen unik yang disambut riuh para peserta.
Dalam pidatonya, Prabowo menggarisbawahi potensi besar Indonesia untuk melesat menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2045. Menurutnya, pada masa keemasan tersebut, para pengusaha muda yang hadir saat ini akan berada di puncak karier mereka. Ia memproyeksikan Tiongkok, Amerika Serikat, dan India akan menduduki posisi tiga teratas, disusul Republik Indonesia di peringkat keempat, asalkan bangsa ini cerdas dan cakap memanfaatkan peluang.

Mantan Danjen Kopassus itu kemudian melontarkan peringatan keras yang disampaikannya dengan gaya khasnya. "Saya nanti di Hambalang akan memantau kalian dari bawah. Kalau belum dipanggil Yang Maha Kuasa. Kalau sudah dipanggil Yang Maha Kuasa, aku tetap monitor kalian. Kalau kalian kurang ajar, malam-malam aku turun nyari kau," ujarnya disambut sorakan meriah. Ia menambahkan ancaman tegas bagi siapa pun yang berani mengkhianati Merah Putih, "Jangan main-main kau. Kau melanggar, berkhianat kepada Merah Putih, aku turun, aku cari kau ini."
Prabowo juga mengingatkan para pelaku usaha untuk menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum. Ia menekankan bahwa di era modern ini, dengan kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), praktik curang atau ilegal akan sangat sulit disembunyikan. "Sekarang jangan coba-coba melanggar hukum, saudara akan kalah. Kenapa? Sekarang ada teknologi, ada AI. Semua dokumen setebal ini bisa dibaca dalam lima menit," jelasnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para pengusaha muda, untuk bersama-sama meraih masa depan gemilang. Dengan integritas dan pemanfaatan teknologi, Prabowo berharap Indonesia dapat mengendalikan sumber daya dan potensi yang ada demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

