Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Banggai Bergetar Hebat Pagi Ini Warga Terkejut

    05-06-2026 - 08.05

    Geger Mamuju Tengah! Suami Tebas Istri Tewas, Anak Kritis

    05-06-2026 - 03.05

    04-06-2026 - 22.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Banggai Bergetar Hebat Pagi Ini Warga Terkejut
    • Geger Mamuju Tengah! Suami Tebas Istri Tewas, Anak Kritis
    • Terkuak! Barang Korupsi MBG Triliunan Tak Disita, Ini Alasan Kejagung!
    • Tragis! Angin Kencang Luluh Lantakkan Puluhan Huntara di Aceh Utara!
    • Prabowo Gebrak Meja! Peringatan Keras Bagi Pengelola Makan Gratis yang Nakal!
    Sabtu, 6 Juni 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Terkuak! Barang Korupsi MBG Triliunan Tak Disita, Ini Alasan Kejagung!
    Nasional

    Terkuak! Barang Korupsi MBG Triliunan Tak Disita, Ini Alasan Kejagung!

    04-06-2026 - 18.053 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Terkuak! Barang Korupsi MBG Triliunan Tak Disita, Ini Alasan Kejagung!

    zonamerahnews – Jakarta – Sebuah kebijakan mengejutkan diungkapkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait penanganan barang bukti dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Nasional (MBG). Meskipun melibatkan pengadaan barang dengan nilai fantastis yang diduga di-markup, Kejagung menyatakan tidak akan menyita seluruh barang hasil pengadaan tersebut. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan alasan di balik keputusan ini dalam sebuah konferensi pers pada Kamis (4/6) lalu.

    Syarief menegaskan bahwa barang-barang seperti ribuan unit motor listrik, puluhan ribu pasang sepatu, tablet, hingga televisi yang telah terdistribusi ke berbagai daerah dan kini digunakan dalam program MBG, tidak akan ditarik kembali oleh penyidik. "Jika barang itu sudah sampai di daerah, sudah digunakan, tentu tidak akan kita lakukan penyitaan," ujar Syarief. Menurutnya, fokus utama penyitaan adalah untuk keperluan sampel atau bukti pendukung, bukan untuk seluruh unit yang telah beredar.

    Terkuak! Barang Korupsi MBG Triliunan Tak Disita, Ini Alasan Kejagung!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa yang terpenting bagi penyidik adalah melacak jejak dokumen serta proses penganggaran yang dilakukan oleh para tersangka sehingga pengadaan barang dengan harga di atas nilai wajar tersebut bisa terlaksana. "Jadi tidak perlu semuanya disita. Semuanya bisa digunakan di daerah masing-masing. Yang kita teliti adalah jejak-jejaknya pengadaan itu," tambahnya, menggarisbawahi bahwa penelusuran aliran dana dan prosedur adalah kunci dalam pengungkapan kasus ini.

    Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan tiga tersangka utama dalam perkara ini. Mereka adalah Dadan Hindayana, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN); Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala BGN; dan Lodewyk Pusung, yang juga mantan Wakil Kepala BGN. Ketiganya diduga kuat terlibat dalam praktik mark-up harga yang merugikan keuangan negara dan menghambat efektivitas program MBG.

    Syarief merinci modus operandi korupsi ini. Program MBG seharusnya dikelola oleh yayasan yang memiliki afiliasi dengan sekolah penerima manfaat. Namun, dalam implementasinya, banyak Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) yang ditunjuk justru memiliki kedekatan dengan petinggi BGN, padahal yayasan-yayasan tersebut tidak memenuhi syarat sebagai mitra pelaksana.

    Praktik mark-up harga ditemukan pada beberapa pengadaan besar, meliputi:

    1. Pengadaan 21.801 unit motor listrik dengan total nilai mencapai sekitar Rp1 triliun.
    2. Pengadaan 32.000 pasang sepatu yang disinyalir tidak sesuai ketentuan dan adanya mark-up.
    3. Pengadaan lebih dari 31.000 unit tablet yang juga tidak sesuai ketentuan dan adanya mark-up harga.
    4. Pengadaan 5.400 unit televisi berukuran 75 inci dengan harga yang telah di-markup.

    Kerugian yang ditimbulkan dari praktik ini tidak hanya sebatas selisih harga, melainkan juga berpotensi mengganggu operasional dan tujuan mulia dari pelaksanaan program MBG yang seharusnya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Kejagung kini fokus pada pembuktian proses dan pertanggungjawaban para tersangka di meja hijau.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Banggai Bergetar Hebat Pagi Ini Warga Terkejut

    05-06-2026 - 08.05

    Geger Mamuju Tengah! Suami Tebas Istri Tewas, Anak Kritis

    05-06-2026 - 03.05

    04-06-2026 - 22.05

    04-06-2026 - 13.05

    04-06-2026 - 08.05

    Tragis! Angin Kencang Luluh Lantakkan Puluhan Huntara di Aceh Utara!

    04-06-2026 - 03.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Banggai Bergetar Hebat Pagi Ini Warga Terkejut

    Nasional 05-06-2026 - 08.05

    zonamerahnews.com – Sebuah guncangan kuat mengguncang wilayah perairan utara Banggai Sulawesi Tengah pada Jumat pagi.…

    Geger Mamuju Tengah! Suami Tebas Istri Tewas, Anak Kritis

    05-06-2026 - 03.05

    04-06-2026 - 22.05

    Terkuak! Barang Korupsi MBG Triliunan Tak Disita, Ini Alasan Kejagung!

    04-06-2026 - 18.05
    Our Picks

    Banggai Bergetar Hebat Pagi Ini Warga Terkejut

    05-06-2026 - 08.05

    Geger Mamuju Tengah! Suami Tebas Istri Tewas, Anak Kritis

    05-06-2026 - 03.05

    04-06-2026 - 22.05

    Terkuak! Barang Korupsi MBG Triliunan Tak Disita, Ini Alasan Kejagung!

    04-06-2026 - 18.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.