zonamerahnews – Suasana sukacita perayaan hasil ujian seminar proposal di Universitas Negeri Padang (UNP) mendadak berubah mencekam pada Selasa (2/6) sore. Dua individu, seorang mahasiswi dan seorang warga sipil, menjadi korban dugaan peluru nyasar yang menghantam area kampus. Keduanya segera dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Padang untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Insiden tragis ini menimpa Nova Wirantika (25), mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP, dan Guruh Guino, seorang teman dari mahasiswa UNP. Mereka sedang duduk bersama teman-teman di alun-alun depan Rektorat UNP, menikmati momen kebersamaan setelah ujian, ketika tiba-tiba insiden penembakan terjadi.

Sekretaris UNP, Erianjoni, membenarkan kejadian ini kepada wartawan. "Memang ada mahasiswa UNP yang diduga terkena tembakan peluru nyasar," ujarnya, menambahkan bahwa korban lainnya adalah keluarga mahasiswa yang sedang menunggu. Pihak Humas UNP dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB.
Dugaan awal mengarah pada lokasi Latihan Tembak TNI di Lapai, yang berjarak sekitar 800 meter dari kampus induk UNP Air Tawar Padang, sebagai sumber peluru. Rektor UNP, Krismadinata, yang berada dekat lokasi, langsung bertindak cepat menghubungi Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol, Komandan Batalyon 133, KABINDA, serta Polsek Padang Utara untuk koordinasi. Tim medis UNP juga sigap membawa korban ke RS Hermina menggunakan ambulans kampus.
Kondisi Nova Wirantika cukup serius; selongsong peluru masih bersarang di paha kirinya, mengharuskannya menjalani operasi malam itu juga. Sementara itu, Guruh Guino, setelah mendapat penanganan awal di RS Hermina, dipindahkan ke RS Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang untuk proses pemulihan lebih lanjut.
Pihak TNI, melalui Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq, membenarkan adanya dugaan peluru nyasar. Ia mengakui bahwa pada hari kejadian, Batalyon DTP Singgalang memang melaksanakan latihan penembakan senjata laras panjang dari pagi hingga sore di lokasi yang berjarak sekitar 800 meter dari kampus. "Namun, yang belum bisa dipastikan apakah peluru itu berasal dari anggota kodam kita yang sedang latihan atau bukan," jelasnya, menegaskan bahwa investigasi mendalam sedang berlangsung.
Pangdam Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, beserta jajaran tinggi TNI lainnya seperti Kasdam, Danrem, Dandim, dan beberapa dokter TNI, turut hadir di RS Hermina, menunjukkan komitmen penuh dalam penanganan korban. TNI juga menyatakan bertanggung jawab penuh dan akan menanggung seluruh biaya pengobatan serta perawatan hingga kedua korban pulih sepenuhnya.
Pasca-insiden, pengamanan di sekitar area UNP dan RS Hermina Padang terpantau diperketat oleh aparat. Insiden ini menjadi pengingat pahit akan bahaya tak terduga yang bisa mengintai di sekitar area latihan militer, menuntut evaluasi serius demi keselamatan publik. zonamerahnews.com akan terus memantau perkembangan kasus ini.

