zonamerahnews – Medan, Sumatera Utara – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan berhasil meringkus seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berinisial FIS (25). Penangkapan ini menggemparkan publik lantaran FIS diduga kuat terlibat dalam penyalahgunaan vape yang mengandung narkoba jenis etomidate, dengan modus yang cukup mengejutkan: disembunyikan rapi dalam bungkusan roti tawar.
Penangkapan dramatis ini berlangsung pada Kamis (21/5) di rumah kos FIS yang berlokasi di kawasan Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan. Identitas tersangka diketahui sebagai FIS (25), seorang ASN yang juga merupakan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan berasal dari Kabupaten Batubara.

Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, membenarkan penangkapan tersebut. Menurut Kompol Rafli, operasi ini berawal dari laporan masyarakat yang resah akan aktivitas mencurigakan FIS. "Kami menerima informasi dari masyarakat perihal aktivitas mencurigakan FIS, yang sering menerima paket barang kiriman di rumah kosnya di Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru, yang menjadi tempat tinggal FIS selama di Kota Medan," jelas Kompol Rafli.
Setelah melakukan penyelidikan intensif, petugas kemudian mendapati FIS baru saja tiba di rumah kosnya dengan membawa satu bungkus roti tawar. Kejanggalan pada kemasan roti tawar tersebut memicu kecurigaan petugas. Saat digeledah, benar saja, sebuah vape berlogo Batman yang diduga mengandung narkoba jenis etomidate ditemukan terselip di antara tumpukan roti.
"Penangkapan ini merupakan respons cepat pihak kepolisian atas informasi berharga dari masyarakat. Dalam kasus ini, kami berhasil menyita satu bungkus vape yang positif mengandung narkoba jenis etomidate," tambah Kompol Rafli.
Saat ini, FIS masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Medan. Penyidik tidak hanya fokus pada peran FIS sebagai pengguna, tetapi juga tengah berupaya keras membongkar jaringan peredaran vape narkoba ini hingga ke akar-akarnya. Kompol Rafli menegaskan bahwa timnya masih bekerja di lapangan untuk mengejar pihak-pihak lain yang terlibat.
"Kami masih mendalami keterangan yang bersangkutan, termasuk apakah ia hanya sebatas pengguna atau justru memiliki peran lebih besar dalam jaringan peredaran. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan," pungkas Rafli, menjanjikan informasi terbaru seiring berjalannya proses penyelidikan. Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat keterlibatan seorang ASN dalam praktik penyalahgunaan narkoba.

