Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Heboh! Jutaan Warga Miskin Ekstrem RI Berhasil ‘Naik Kelas’, Kok Bisa?

    27-04-2026 - 18.05

    TERCIDUK! Satu Pelaku Penyiraman Air Keras Cengkareng Berhasil Dibekuk!

    27-04-2026 - 13.05

    Mengejutkan! Pria Cengkareng Disiram Air Keras, Polisi Buru Pelaku Misterius

    27-04-2026 - 08.05
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Trending
    • Heboh! Jutaan Warga Miskin Ekstrem RI Berhasil ‘Naik Kelas’, Kok Bisa?
    • TERCIDUK! Satu Pelaku Penyiraman Air Keras Cengkareng Berhasil Dibekuk!
    • Mengejutkan! Pria Cengkareng Disiram Air Keras, Polisi Buru Pelaku Misterius
    • Jakarta Gelap Gulita: Fenomena Langka di Hari Bumi 2026!
    • Bali Gawat Darurat! Pulau Serangan Membengkak, DPR Minta Penghentian
    • Bundaran HI Berubah Drastis! Ada Apa di CFD Kali Ini?
    • TERUNGKAP! Strategi Jakarta Jadi Kota Global, Libatkan Ribuan Warga!
    • Ngeri! Gudang Pakan Kucing dan Perabotan di Tangerang Hangus Total
    Senin, 27 April 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Home
    • Features
      • View All On Demos
    • Buy Now
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Bali Gawat Darurat! Pulau Serangan Membengkak, DPR Minta Penghentian
    Nasional

    Bali Gawat Darurat! Pulau Serangan Membengkak, DPR Minta Penghentian

    26-04-2026 - 22.053 Mins Read
    FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrRedditTelegramEmail
    Bali Gawat Darurat! Pulau Serangan Membengkak, DPR Minta Penghentian

    zonamerahnews – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi IV, Rajiv, menyuarakan keprihatinan mendalam terkait reklamasi masif di Pulau Serangan, Bali. Ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menghentikan sementara seluruh aktivitas pembangunan di kawasan tersebut, mengingat dampak drastis yang telah mengubah bentang alam dan merusak ekosistem vital, termasuk hutan mangrove.

    Perubahan bentang alam Pulau Serangan memang mencengangkan. Berdasarkan data spasial, sejak tahun 1985, luas pulau ini telah membengkak dari semula 169,64 hektare menjadi 600,96 hektare pada tahun 2024. "Dalam kurun waktu hampir empat dekade, Pulau Serangan telah bertambah luas sekitar 431,32 hektare. Ini berarti, rata-rata setiap tahun pulau ini meluas sekitar 10 hektare," ungkap Rajiv dalam keterangan persnya pada Minggu (26/4). Politisi Partai NasDem ini menegaskan bahwa Pulau Serangan, yang dulunya merupakan pulau kecil dengan fungsi ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi yang kuat bagi masyarakat pesisir, kini telah kehilangan jati dirinya akibat ekspansi daratan yang tak terkendali.

    Bali Gawat Darurat! Pulau Serangan Membengkak, DPR Minta Penghentian
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Rajiv menekankan bahwa persoalan utama bukan sekadar pertambahan daratan, melainkan hilangnya fungsi ekologis ruang pesisir yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga lokal. Mengutip hasil penelitian ilmuwan Universitas Gadjah Mada (UGM), ia membeberkan dampak negatif reklamasi yang meliputi abrasi pantai, kerusakan ekosistem, serta konflik sosial akibat lenyapnya mata pencarian dan masalah pembebasan lahan. "Kajian akademik UGM jelas menunjukkan bahwa dampak reklamasi tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh hak hidup masyarakat pesisir yang menggantungkan diri pada laut, mangrove, dan area tangkap tradisional," ujarnya. Selain itu, kerusakan terumbu karang dan gangguan pada ekosistem penyu juga menjadi sorotan pasca-reklamasi.

    Kondisi semakin memprihatinkan dengan adanya aduan masyarakat terkait dugaan pembabatan mangrove dan pemadatan lahan di Teluk Lebangan, Pulau Serangan. "Keluhan warga lokal semakin mempertegas hilangnya ruang hidup mereka. Reklamasi Pulau Serangan membutuhkan tindakan korektif, bukan sekadar proyek pembangunan pariwisata biasa," tegas Rajiv. Ia mengingatkan bahwa status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tidak boleh menjadi dalih untuk mengabaikan perlindungan lingkungan, hak-hak masyarakat lokal, dan prinsip tata ruang berkelanjutan. Investasi, menurutnya, harus tunduk pada daya dukung lingkungan, bukan sebaliknya.

    Oleh karena itu, tindakan tegas harus segera diambil. Rajiv mendesak pemerintah daerah, DPRD Bali, Badan Pertanahan Nasional (BPN), aparat penegak hukum, dan instansi lingkungan hidup untuk segera mengevaluasi seluruh aktivitas reklamasi di Pulau Serangan. "Saya menuntut penghentian sementara seluruh aktivitas pengembangan, reklamasi, pemadatan lahan, pembabatan vegetasi, dan penggunaan alat berat di kawasan Pulau Serangan," pintanya. Penghentian ini harus berlaku sampai seluruh dokumen perizinan, status lahan, kajian lingkungan, dan kesesuaian tata ruang diperiksa secara transparan dan terbuka.

    Rajiv menegaskan bahwa langkah penghentian sementara ini bukanlah bentuk penolakan terhadap investasi. Sebaliknya, ini adalah mekanisme kehati-hatian yang krusial untuk mencegah kerusakan yang lebih luas dan memastikan bahwa setiap pembangunan yang dilakukan tidak mengorbankan ekosistem maupun kehidupan masyarakat lokal yang bergantung padanya.

    Follow on Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

      jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

      Related Posts

      Heboh! Jutaan Warga Miskin Ekstrem RI Berhasil ‘Naik Kelas’, Kok Bisa?

      27-04-2026 - 18.05

      TERCIDUK! Satu Pelaku Penyiraman Air Keras Cengkareng Berhasil Dibekuk!

      27-04-2026 - 13.05

      Mengejutkan! Pria Cengkareng Disiram Air Keras, Polisi Buru Pelaku Misterius

      27-04-2026 - 08.05

      Jakarta Gelap Gulita: Fenomena Langka di Hari Bumi 2026!

      27-04-2026 - 03.05

      Bundaran HI Berubah Drastis! Ada Apa di CFD Kali Ini?

      26-04-2026 - 13.05

      TERUNGKAP! Strategi Jakarta Jadi Kota Global, Libatkan Ribuan Warga!

      26-04-2026 - 08.05
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Don't Miss

      Heboh! Jutaan Warga Miskin Ekstrem RI Berhasil ‘Naik Kelas’, Kok Bisa?

      Nasional27-04-2026 - 18.05

      zonamerahnews – Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyampaikan kabar gembira mengenai…

      TERCIDUK! Satu Pelaku Penyiraman Air Keras Cengkareng Berhasil Dibekuk!

      27-04-2026 - 13.05

      Mengejutkan! Pria Cengkareng Disiram Air Keras, Polisi Buru Pelaku Misterius

      27-04-2026 - 08.05

      Jakarta Gelap Gulita: Fenomena Langka di Hari Bumi 2026!

      27-04-2026 - 03.05
      Our Picks

      Heboh! Jutaan Warga Miskin Ekstrem RI Berhasil ‘Naik Kelas’, Kok Bisa?

      27-04-2026 - 18.05

      TERCIDUK! Satu Pelaku Penyiraman Air Keras Cengkareng Berhasil Dibekuk!

      27-04-2026 - 13.05

      Mengejutkan! Pria Cengkareng Disiram Air Keras, Polisi Buru Pelaku Misterius

      27-04-2026 - 08.05

      Jakarta Gelap Gulita: Fenomena Langka di Hari Bumi 2026!

      27-04-2026 - 03.05
      zonamerahnews
      • Home
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Redaksi
      • Tentang Kami
      © 2026 ZONAMERAHNEWS

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.