Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Geger Kuota Haji Sultan Digugat ke MK Ada Apa

    25-07-2026 - 22.05

    MUI Bongkar Skema Zakat Pajak Ganda Wajib Tahu

    25-07-2026 - 18.05

    Misteri Speedboat Gorontalo Terungkap WNA Selamat

    25-07-2026 - 16.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Geger Kuota Haji Sultan Digugat ke MK Ada Apa
    • MUI Bongkar Skema Zakat Pajak Ganda Wajib Tahu
    • Misteri Speedboat Gorontalo Terungkap WNA Selamat
    • Speedboat Wisatawan Asing Hilang Misterius
    • KPK Blakblakan Soal Tuduhan Eks Jampidsus
    • Arogansi Alphard Berakhir Damai Tapi Kasus Lanjut
    • Lilin Merah Renggut Nyawa Dua Lansia Makassar
    • Tragis Prajurit TNI Meregang Nyawa Demi Sate
    Minggu, 26 Juli 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Geger Pernyataan JK, PGI Ungkap Sisi Gelap Agama dalam Konflik!
    Nasional

    Geger Pernyataan JK, PGI Ungkap Sisi Gelap Agama dalam Konflik!

    15-04-2026 - 08.054 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Geger Pernyataan JK, PGI Ungkap Sisi Gelap Agama dalam Konflik!

    zonamerahnews – Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terkait peran agama dalam konflik Poso dan Ambon memicu gelombang reaksi, bahkan berujung pada laporan polisi atas dugaan penistaan ajaran Kristen. Menanggapi polemik ini, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Pdt. Jacky Manuputty, angkat bicara, memberikan pandangan yang kompleks: sebagian membenarkan, sebagian meluruskan.

    Pernyataan Jusuf Kalla yang disampaikan dalam sebuah kuliah umum di UGM pada awal Maret lalu, dilaporkan oleh DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan sejumlah organisasi lainnya. Namun, Jacky Manuputty, dalam keterangannya yang diterima zonamerahnews.com pada Rabu (15/4), mengakui bahwa jika ditilik dari kacamata sejarah konflik di Poso dan Maluku, substansi pernyataan JK tidak sepenuhnya salah. Ia tidak menampik bahwa pada periode kelam tersebut, agama memang kerap tampil dengan wajah yang terdistorsi dari esensi aslinya.

    Geger Pernyataan JK, PGI Ungkap Sisi Gelap Agama dalam Konflik!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Sebagai saksi mata sekaligus anggota delegasi Kristen dalam Perjanjian Malino II yang mengupayakan rekonsiliasi konflik Maluku, Jacky merasakan langsung dinamika tersebut. Ia menyaksikan bagaimana legitimasi religius, mulai dari doa, kidung rohani, hingga pemberkatan oleh tokoh agama, seringkali menjadi prasyarat yang mengiringi para kombatan sebelum mereka terjun ke medan pertempuran.

    "Bahkan, kata ‘Shalom’ yang sejatinya bermakna damai, acap kali diteriakkan sebagai pekikan penyemangat di kalangan komunitas Kristen menjelang bentrokan," ungkap Jacky.

    Menurutnya, konflik yang sesungguhnya berakar pada ketidakadilan sosial dan politik, justru dipersepsikan sebagai ‘konflik agama’. Persepsi keliru inilah yang kemudian memberikan aura moral dan kesakralan pada tindakan kekerasan. Pengalaman pahit di Poso dan Ambon, lanjut Jacky, menjadi pelajaran berharga bahwa agama dapat menjadi korban dari situasi sosial-politik yang memburuk.

    "Ketika ketidakadilan, ketakutan, dan trauma kolektif berpadu dengan simbol-simbol religius, makna suci agama bisa bergeser menjadi pembenaran bagi tindakan destruktif," jelasnya. Ia menambahkan, pernyataan Jusuf Kalla ini membuka ruang refleksi yang penting untuk dirawat, bukan untuk menyalahkan agama, melainkan untuk memahami bagaimana agama dapat diselewengkan dalam situasi konflik.

    Meluruskan Konsep ‘Syahid’ dan ‘Martir’

    Meski demikian, Jacky menegaskan ada bagian dari pernyataan JK yang perlu diluruskan, khususnya mengenai penyamaan konsep ‘syahid’ dalam Islam dengan tradisi Kristen sebagai legitimasi untuk saling membunuh. Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Kristen, tidak ada doktrin yang menyatakan bahwa membunuh orang lain dapat menghasilkan status kesyahidan. Istilah yang lazim digunakan adalah ‘martir’, yang merujuk pada kesediaan untuk menderita dan mati demi mempertahankan iman, bukan mati saat melakukan agresi.

    "Memang benar bahwa dalam konteks konflik Maluku, istilah ‘martir’ mengalami pergeseran makna. Seorang Kristen yang meninggal dalam tindakan agresi kerap disebut sebagai martir. Ini bukan ajaran gereja, melainkan distorsi makna yang muncul dalam situasi konflik," ujar Jacky.

    Fenomena ini, menurutnya, menunjukkan bahwa ketika identitas kolektif merasa terancam, bahasa religius dapat bergeser menjadi alat pembenaran kekerasan. Jacky juga menyinggung banyak kajian akademik yang telah lama mengingatkan potensi koruptif agama dalam situasi konflik. Dari perspektif ini, ia berpendapat, pernyataan JK tentang mudahnya agama digunakan sebagai alasan konflik memiliki dasar yang kuat.

    Namun, ia kembali menekankan bahwa penyamaan konsep kesyahidan dalam Islam dan Kristen sebagai legitimasi untuk membunuh merupakan penyederhanaan yang tidak tepat secara teologis. "Yang terjadi di lapangan bukanlah ajaran agama yang mendorong kekerasan, melainkan penyimpangan makna agama oleh para aktor yang terlibat dalam konflik," tegasnya.

    Pembelaan dari Juru Bicara JK

    Secara terpisah, Juru Bicara JK, Husain Abdullah, sebelumnya telah membantah tuduhan penistaan ajaran Kristen yang dilayangkan DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan sejumlah organisasi lain. Husain menjelaskan bahwa video pernyataan JK yang viral di media sosial telah kehilangan konteks utuhnya karena pemotongan.

    Ia menegaskan, maksud pernyataan JK justru untuk meluruskan pandangan keliru bahwa tidak ada satu pun agama di dunia yang mengajarkan umatnya untuk saling membunuh. "Pandangan keliru kedua pihak inilah yang terlebih dahulu diluruskan Pak JK bahwa tidak ada satu pun agama yang membolehkan untuk saling membunuh. Ini disampaikan kepada para panglima perangnya saat itu," ujar Husain saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Minggu (12/4) malam.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Geger Kuota Haji Sultan Digugat ke MK Ada Apa

    25-07-2026 - 22.05

    MUI Bongkar Skema Zakat Pajak Ganda Wajib Tahu

    25-07-2026 - 18.05

    Misteri Speedboat Gorontalo Terungkap WNA Selamat

    25-07-2026 - 16.05

    Speedboat Wisatawan Asing Hilang Misterius

    25-07-2026 - 13.05

    KPK Blakblakan Soal Tuduhan Eks Jampidsus

    25-07-2026 - 08.05

    Arogansi Alphard Berakhir Damai Tapi Kasus Lanjut

    25-07-2026 - 06.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Geger Kuota Haji Sultan Digugat ke MK Ada Apa

    Nasional 25-07-2026 - 22.05

    zonamerahnews.com – Sebuah polemik sengit mengguncang sistem penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Pasal yang mengatur…

    MUI Bongkar Skema Zakat Pajak Ganda Wajib Tahu

    25-07-2026 - 18.05

    Misteri Speedboat Gorontalo Terungkap WNA Selamat

    25-07-2026 - 16.05

    Speedboat Wisatawan Asing Hilang Misterius

    25-07-2026 - 13.05
    Our Picks

    Geger Kuota Haji Sultan Digugat ke MK Ada Apa

    25-07-2026 - 22.05

    MUI Bongkar Skema Zakat Pajak Ganda Wajib Tahu

    25-07-2026 - 18.05

    Misteri Speedboat Gorontalo Terungkap WNA Selamat

    25-07-2026 - 16.05

    Speedboat Wisatawan Asing Hilang Misterius

    25-07-2026 - 13.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.