Mendagri Ungkap Fakta Mengejutkan: Dana Otsus Aceh Diperpanjang?
zonamerahnews – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian baru-baru ini membeberkan adanya gagasan untuk memperpanjang masa berlaku dana otonomi khusus (otsus) bagi Provinsi Aceh. Dana yang vital ini, sesuai jadwal, akan tuntas pada tahun 2027, namun kini diusulkan untuk terus berlanjut demi mendukung pembangunan dan pemulihan daerah.

Dana Otsus Aceh telah menjadi pilar penting sejak diberlakukan pada tahun 2008. Selama 15 tahun pertama (2008-2022), Aceh menerima alokasi sebesar 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU). Namun, sejak tahun 2023 hingga 2027, porsi tersebut berkurang menjadi 1 persen DAU. Kini, usulan yang mengemuka tidak hanya sebatas perpanjangan waktu, melainkan juga peningkatan kembali besaran dana.
Menurut Tito, gagasan ini muncul lantaran Provinsi Aceh masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait tingkat kemiskinan dan pengangguran yang relatif tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh menunjukkan tren positif, angkanya masih berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi ini, ditambah dengan referensi keberhasilan Papua yang dana otsusnya diperpanjang hingga 2041 dengan alokasi 2,25 persen, menjadi dasar kuat bagi usulan perpanjangan dan penambahan besaran dana.
"Mereka masih memerlukan dana otonomi khusus, dan mengusul ya mungkin melihat dari Papua bertambah 2,25 persen sampai tahun 2041," ungkap Tito dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI pada Senin (13/4). "Kemudian mereka juga mengharapkan otsus ini diperpanjang dan dananya, besarannya juga ya kalau enggak bisa sama seperti Papua 2,25 persen kembali ke 2 persen. Itu permintaannya dari teman-teman di sana," imbuhnya, seperti dilansir zonamerahnews.com.
Mendagri juga menyoroti kondisi Aceh pasca-bencana banjir dan longsor yang melanda pada November 2023. Sebagai Ketua Satgas penanganan bencana, Tito memperkirakan bahwa proses pemulihan menuju kondisi normal fungsional memerlukan waktu yang tidak sebentar, bahkan bisa mencapai tiga tahun untuk pemulihan menyeluruh. Bencana alam yang berulang kali melanda berbagai wilayah seperti Pidie Jaya dan Tapanuli Tengah, serta kerusakan infrastruktur vital seperti jembatan, jalan, fasilitas pendidikan, dan puluhan ribu rumah masyarakat, memperkuat argumen perlunya dukungan dana otsus yang berkelanjutan.
Tito menjelaskan, di tengah upaya perbaikan yang terus dilakukan oleh pemerintah, bencana tak henti-hentinya menerpa. "Meskipun di tengah-tengah perbaikan dari berbagai apa sekolah yang rusak, lumpur dan lain-lain, pimpinan kami sampaikan bahwa enggak mudah karena bulan lalu juga banjir lagi. Yang sudah dibersihkan di Pidie Jaya banjir lagi. Di Tapanuli Tengah sudah bersih banjir lagi, kemudian mengungsi lagi," paparnya.
Dengan puluhan ribu rumah yang rusak atau hilang, serta puluhan sungai yang harus dinormalisasi, Tito Karnavian secara tegas menyatakan dukungannya terhadap usulan perpanjangan dana otsus Aceh. "Nah ini mungkin sambil itu juga mungkin salah satu pendorong kalau menurut kami perlu adanya dana otsus ini diperpanjang di Aceh dan kalau memang kemampuan fiskal negara memungkinkan, mungkin dikembalikan ke 2 persen, saran kami," pungkasnya. Usulan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi percepatan pemulihan dan pembangunan berkelanjutan di Serambi Mekkah.

