Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gerindra Pasang Badan Bela Gibran Soal Duit Mahasiswa

    25-06-2026 - 06.06

    Pernyataan AHY Bikin Deddy PDIP Kebakaran Jenggot

    25-06-2026 - 03.06

    Bea Cukai Geger Polri Sita Bukti Impor HP Ilegal

    24-06-2026 - 22.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Gerindra Pasang Badan Bela Gibran Soal Duit Mahasiswa
    • Pernyataan AHY Bikin Deddy PDIP Kebakaran Jenggot
    • Bea Cukai Geger Polri Sita Bukti Impor HP Ilegal
    • Buron 30 Tahun Harta Triliunan Masih Dikejar
    • Polisi Serbu Bea Cukai Juanda Sidoarjo Ada Apa
    • Prabowo Bongkar Peran Unik TNI Polri di Sektor Pangan
    • Kengerian 3 Tahun Kekasih Disiksa Buta Bibir Hancur
    • Gawat Anggaran Imunisasi Dipangkas Rp1 Triliun
    Kamis, 25 Juni 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional -
    Nasional

    11-04-2026 - 08.053 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email

    Masa Tunggu Haji Puluhan Tahun Segera Sirna? Kemenhaj Siapkan Jurus Baru!

    zonamerahnews – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) tengah menggodok sebuah gagasan radikal yang disebut "War Tiket" sebagai upaya serius mengurai belitan antrean panjang ibadah haji yang telah menjadi persoalan pelik selama puluhan tahun. Ide ini diharapkan dapat menawarkan angin segar bagi jutaan calon jemaah yang menanti giliran.

    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Dalam skema "War Tiket" yang kini dalam tahap kajian, pemerintah berencana untuk mengumumkan biaya haji tahun berjalan dan membuka pendaftaran pada tanggal tertentu. Calon jemaah yang telah siap secara finansial dan fisik akan memiliki kesempatan untuk langsung mendaftar dan berangkat menunaikan ibadah haji di tahun yang sama.

    "Ini semacam ‘war tiket’. Apakah kita perlu memikirkan hal seperti ini lagi? Tentu ini bukan keputusan yang gampang diambil, tapi sebagai sebuah wacana, sah-sah saja untuk dipikirkan," ungkap Irfan, salah satu inisiator pemikiran ini, pada Rabu (8/4). Pernyataan tersebut disampaikan Irfan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2025 M yang berlangsung di Asrama Haji Grand El Hajj, Tangerang.

    Irfan menjelaskan bahwa ide ini lahir dari pemikiran progresif dan berani di internal Kementerian, termasuk dari Wakil Menteri Haji dan Umrah. Tujuannya jelas: mencari solusi agar calon jemaah tidak lagi terbebani dengan masa tunggu yang terlampau lama. "Muncul pemikiran apakah perlu antrean yang begitu lama? Apakah tidak perlu dipikirkan bagaimana kita kembali ke zaman sebelum ada BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji)?" tanyanya retoris, seraya menambahkan, "Sebelum ada BPKH, Insyaallah tidak ada antrean."

    Wacana ini juga sejalan dengan visi ambisius Presiden Prabowo Subianto yang bertekad mereformasi penyelenggaraan haji di era Kabinet Merah Putih. Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk meringkas masa tunggu haji yang selama ini menjadi tantangan berat bagi umat Muslim di Indonesia. Upaya ini diklaim telah menunjukkan titik terang.

    Antrean haji yang sempat membengkak hingga 48 tahun di beberapa wilayah, kini dilaporkan mulai berkurang secara signifikan. "Kita sekarang berjuang dan alhamdulillah kita dapat laporan antrean haji tidak lagi 48 tahun. Mulai 2026, antrean haji paling lama 26 tahun, dan saya akan berjuang untuk lebih ringkas lagi," kata Prabowo dalam rapat kerja kabinet pada Rabu.

    Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebelumnya juga telah memaparkan bahwa Kemenhaj sedang menerapkan formulasi baru untuk menyeragamkan masa tunggu secara nasional. Langkah ini ditempuh melalui revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 guna menghilangkan ketimpangan mencolok antarprovinsi. "Jangka pendeknya, lama antrean di seluruh Indonesia nanti akan sama. Sekarang ada yang 48 tahun, ada yang 19 tahun. Kita ingin semuanya seragam," ungkap Dahnil pada September tahun lalu, seperti diberitakan zonamerahnews.com sebelumnya.


    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Gerindra Pasang Badan Bela Gibran Soal Duit Mahasiswa

    25-06-2026 - 06.06

    Pernyataan AHY Bikin Deddy PDIP Kebakaran Jenggot

    25-06-2026 - 03.06

    Bea Cukai Geger Polri Sita Bukti Impor HP Ilegal

    24-06-2026 - 22.05

    Buron 30 Tahun Harta Triliunan Masih Dikejar

    24-06-2026 - 18.06

    Polisi Serbu Bea Cukai Juanda Sidoarjo Ada Apa

    24-06-2026 - 16.06

    Prabowo Bongkar Peran Unik TNI Polri di Sektor Pangan

    24-06-2026 - 13.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Gerindra Pasang Badan Bela Gibran Soal Duit Mahasiswa

    Nasional 25-06-2026 - 06.06

    zonamerahnews.com – Kontroversi seputar pengakuan seorang mahasiswa Universitas Bung Karno UBK yang mengaku menerima uang…

    Pernyataan AHY Bikin Deddy PDIP Kebakaran Jenggot

    25-06-2026 - 03.06

    Bea Cukai Geger Polri Sita Bukti Impor HP Ilegal

    24-06-2026 - 22.05

    Buron 30 Tahun Harta Triliunan Masih Dikejar

    24-06-2026 - 18.06
    Our Picks

    Gerindra Pasang Badan Bela Gibran Soal Duit Mahasiswa

    25-06-2026 - 06.06

    Pernyataan AHY Bikin Deddy PDIP Kebakaran Jenggot

    25-06-2026 - 03.06

    Bea Cukai Geger Polri Sita Bukti Impor HP Ilegal

    24-06-2026 - 22.05

    Buron 30 Tahun Harta Triliunan Masih Dikejar

    24-06-2026 - 18.06
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.