Masa Tunggu Haji Puluhan Tahun Segera Sirna? Kemenhaj Siapkan Jurus Baru!
zonamerahnews – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) tengah menggodok sebuah gagasan radikal yang disebut "War Tiket" sebagai upaya serius mengurai belitan antrean panjang ibadah haji yang telah menjadi persoalan pelik selama puluhan tahun. Ide ini diharapkan dapat menawarkan angin segar bagi jutaan calon jemaah yang menanti giliran.

Dalam skema "War Tiket" yang kini dalam tahap kajian, pemerintah berencana untuk mengumumkan biaya haji tahun berjalan dan membuka pendaftaran pada tanggal tertentu. Calon jemaah yang telah siap secara finansial dan fisik akan memiliki kesempatan untuk langsung mendaftar dan berangkat menunaikan ibadah haji di tahun yang sama.
"Ini semacam ‘war tiket’. Apakah kita perlu memikirkan hal seperti ini lagi? Tentu ini bukan keputusan yang gampang diambil, tapi sebagai sebuah wacana, sah-sah saja untuk dipikirkan," ungkap Irfan, salah satu inisiator pemikiran ini, pada Rabu (8/4). Pernyataan tersebut disampaikan Irfan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2025 M yang berlangsung di Asrama Haji Grand El Hajj, Tangerang.
Irfan menjelaskan bahwa ide ini lahir dari pemikiran progresif dan berani di internal Kementerian, termasuk dari Wakil Menteri Haji dan Umrah. Tujuannya jelas: mencari solusi agar calon jemaah tidak lagi terbebani dengan masa tunggu yang terlampau lama. "Muncul pemikiran apakah perlu antrean yang begitu lama? Apakah tidak perlu dipikirkan bagaimana kita kembali ke zaman sebelum ada BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji)?" tanyanya retoris, seraya menambahkan, "Sebelum ada BPKH, Insyaallah tidak ada antrean."
Wacana ini juga sejalan dengan visi ambisius Presiden Prabowo Subianto yang bertekad mereformasi penyelenggaraan haji di era Kabinet Merah Putih. Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk meringkas masa tunggu haji yang selama ini menjadi tantangan berat bagi umat Muslim di Indonesia. Upaya ini diklaim telah menunjukkan titik terang.
Antrean haji yang sempat membengkak hingga 48 tahun di beberapa wilayah, kini dilaporkan mulai berkurang secara signifikan. "Kita sekarang berjuang dan alhamdulillah kita dapat laporan antrean haji tidak lagi 48 tahun. Mulai 2026, antrean haji paling lama 26 tahun, dan saya akan berjuang untuk lebih ringkas lagi," kata Prabowo dalam rapat kerja kabinet pada Rabu.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebelumnya juga telah memaparkan bahwa Kemenhaj sedang menerapkan formulasi baru untuk menyeragamkan masa tunggu secara nasional. Langkah ini ditempuh melalui revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 guna menghilangkan ketimpangan mencolok antarprovinsi. "Jangka pendeknya, lama antrean di seluruh Indonesia nanti akan sama. Sekarang ada yang 48 tahun, ada yang 19 tahun. Kita ingin semuanya seragam," ungkap Dahnil pada September tahun lalu, seperti diberitakan zonamerahnews.com sebelumnya.

