Air Mata Mengalir, Pahlawan Lebanon Tiba di Cimahi: Kisah Pilu Pengabdian
zonamerahnews – Cimahi, Air mata duka tak terbendung saat jenazah Mayor Anumerta Infanteri Zulmi Aditya Iskandar tiba di rumah duka di Cipageran, Kota Cimahi, Sabtu (4/4) malam. Kedatangan pahlawan yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon ini disambut isak tangis keluarga dan rekan-rekan prajurit TNI yang telah menanti dengan harap-harap cemas.

Berdasarkan pantauan tim zonamerahnews.com di lokasi, iring-iringan jenazah tiba sekitar pukul 21.15 WIB. Suasana haru menyelimuti kediaman, di mana bendera setengah tiang dan karangan bunga menjadi saksi bisu pengorbanan sang prajurit.
Rencananya, mendiang Mayor Zulmi akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, pada Minggu (5/4). Almarhum akan dimakamkan di Blok C1, berdekatan dengan makam Mayjen TNI Purn Asyawan Kasospol ABRI, H. Sugito bin Martawiradji, sebuah kehormatan bagi pengabdiannya.
Mayor Zulmi merupakan salah satu dari 756 prajurit perdamaian asal Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ia telah bertugas di Lebanon sejak beberapa waktu lalu, mengemban misi mulia menjaga perdamaian dunia.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, didampingi sang istri Evi Sophia Indra, telah melayat ke rumah duka almarhum di Kota Cimahi pada Rabu (1/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Agus menegaskan bahwa Mayor Zulmi dan dua prajurit lainnya yang gugur akan mendapatkan seluruh hak sesuai aturan yang berlaku, termasuk Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa mereka.
Kepergian Mayor Zulmi merupakan bagian dari rentetan duka yang menimpa pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon. Total tiga prajurit TNI gugur dalam dua insiden berbeda dalam kurun waktu 24 jam. Praka Farizal Rhomadhon menjadi korban pertama, tewas akibat ledakan proyektil di dekat pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3). Sehari berselang, pada Senin (30/3), kabar duka kembali menyelimuti setelah Mayor Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur akibat ledakan dari sumber yang belum teridentifikasi.
Tragisnya, ancaman terhadap pasukan perdamaian masih terus berlanjut. Hingga Jumat (3/4), tiga prajurit TNI lainnya dilaporkan terluka akibat ledakan yang belum diketahui asalnya. Insiden-insiden ini menjadi pengingat pahit akan risiko besar yang dihadapi para pahlawan bangsa dalam menjalankan tugas mulia di medan perang yang jauh.

