Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sarapan Berdarah Jakarta Pusat Satu Tewas

    26-07-2026 - 16.05

    Geger Kuota Haji Sultan Digugat ke MK Ada Apa

    25-07-2026 - 22.05

    MUI Bongkar Skema Zakat Pajak Ganda Wajib Tahu

    25-07-2026 - 18.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Sarapan Berdarah Jakarta Pusat Satu Tewas
    • Geger Kuota Haji Sultan Digugat ke MK Ada Apa
    • MUI Bongkar Skema Zakat Pajak Ganda Wajib Tahu
    • Misteri Speedboat Gorontalo Terungkap WNA Selamat
    • Speedboat Wisatawan Asing Hilang Misterius
    • KPK Blakblakan Soal Tuduhan Eks Jampidsus
    • Arogansi Alphard Berakhir Damai Tapi Kasus Lanjut
    • Lilin Merah Renggut Nyawa Dua Lansia Makassar
    Minggu, 26 Juli 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - PBNU Beri Sinyal Kuat! Lebaran 2026 Berpotensi Jatuh Sabtu
    Nasional

    PBNU Beri Sinyal Kuat! Lebaran 2026 Berpotensi Jatuh Sabtu

    18-03-2026 - 22.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    PBNU Beri Sinyal Kuat! Lebaran 2026 Berpotensi Jatuh Sabtu

    zonamerahnews – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah mengeluarkan prediksi awal terkait Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Berdasarkan analisis mereka, Lebaran tahun 2026 berpotensi besar akan jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret. Prediksi ini muncul menyusul posisi hilal yang dinilai masih berada di bawah kriteria imkan rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), sebuah standar yang digunakan untuk menentukan visibilitas hilal.

    Data falakiyah yang dihimpun menunjukkan bahwa pada Kamis, 19 Maret, yang bertepatan dengan 29 Ramadan, ketinggian hilal di berbagai wilayah Indonesia bervariasi antara 0 derajat 49 menit hingga 2 derajat 53 menit. Sementara itu, elongasi hilal tercatat dalam rentang 4 derajat 36 menit hingga 6 derajat 09 menit. Meskipun secara astronomis hilal sudah berada di atas ufuk di seluruh penjuru negeri, kondisi tersebut belum memenuhi ambang batas visibilitas hilal menurut kriteria Nahdlatul Ulama. Ini menempatkan hilal dalam kategori ‘istihalah al-rukyah’, yang secara teoritis berarti sangat kecil kemungkinan untuk dapat terlihat.

    PBNU Beri Sinyal Kuat! Lebaran 2026 Berpotensi Jatuh Sabtu
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Meski demikian, LF PBNU menegaskan bahwa kegiatan rukyatul hilal atau pengamatan hilal tetap akan dilaksanakan pada Kamis sore. Aktivitas ini merupakan bagian dari kewajiban fardlu kifayah bagi umat Islam. Pengamatan akan dilakukan secara serentak di berbagai titik di Indonesia oleh jejaring Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), menggunakan metode tradisional mata telanjang maupun bantuan teknologi optik canggih seperti teleskop dan kamera.

    PBNU sendiri menyatakan akan menunggu hasil sidang isbat yang diselenggarakan oleh pemerintah sebagai penentu resmi awal Syawal. Keputusan dari sidang isbat tersebut akan menjadi landasan bagi PBNU dalam menyampaikan ikhbar atau pengumuman resmi kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama. Apabila dalam proses rukyatul hilal tidak ada laporan yang mengkonfirmasi terlihatnya hilal, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari atau yang dikenal dengan istilah ‘istikmal’. Dengan skenario ini, 1 Syawal 1447 H dipastikan akan jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.

    Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan akan menggelar sidang isbat pada Kamis, 19 Maret, guna menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah. Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan Muhammadiyah ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025.

    Perbedaan dalam penetapan awal bulan Hijriah, khususnya Idulfitri, memang kerap terjadi setiap tahun. Hal ini disebabkan oleh perbedaan mendasar dalam metodologi yang digunakan oleh masing-masing organisasi keagamaan; sebagian menggunakan metode hisab (perhitungan astronomis), sementara yang lain mengandalkan rukyatul hilal (pengamatan langsung) dengan kriteria visibilitas tertentu seperti Imkan Rukyah.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Sarapan Berdarah Jakarta Pusat Satu Tewas

    26-07-2026 - 16.05

    Geger Kuota Haji Sultan Digugat ke MK Ada Apa

    25-07-2026 - 22.05

    MUI Bongkar Skema Zakat Pajak Ganda Wajib Tahu

    25-07-2026 - 18.05

    Misteri Speedboat Gorontalo Terungkap WNA Selamat

    25-07-2026 - 16.05

    Speedboat Wisatawan Asing Hilang Misterius

    25-07-2026 - 13.05

    KPK Blakblakan Soal Tuduhan Eks Jampidsus

    25-07-2026 - 08.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Sarapan Berdarah Jakarta Pusat Satu Tewas

    Nasional 26-07-2026 - 16.05

    zonamerahnews.com – Sebuah insiden tragis mengguncang Jalan Tambak Menteng Jakarta Pusat pada Minggu pagi. Konflik…

    Geger Kuota Haji Sultan Digugat ke MK Ada Apa

    25-07-2026 - 22.05

    MUI Bongkar Skema Zakat Pajak Ganda Wajib Tahu

    25-07-2026 - 18.05

    Misteri Speedboat Gorontalo Terungkap WNA Selamat

    25-07-2026 - 16.05
    Our Picks

    Sarapan Berdarah Jakarta Pusat Satu Tewas

    26-07-2026 - 16.05

    Geger Kuota Haji Sultan Digugat ke MK Ada Apa

    25-07-2026 - 22.05

    MUI Bongkar Skema Zakat Pajak Ganda Wajib Tahu

    25-07-2026 - 18.05

    Misteri Speedboat Gorontalo Terungkap WNA Selamat

    25-07-2026 - 16.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.