Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jakarta Ditinggal Mudik, Udara Malah Bikin Khawatir! Cek Faktanya

    18-03-2026 - 08.05

    Detik-detik Akhir Ramadan! Jadwal Imsak & Subuh 18 Maret 2026

    18-03-2026 - 03.05

    17-03-2026 - 22.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Jakarta Ditinggal Mudik, Udara Malah Bikin Khawatir! Cek Faktanya
    • Detik-detik Akhir Ramadan! Jadwal Imsak & Subuh 18 Maret 2026
    • Peringatan Keras! Ribuan Korban Bencana Terancam Tak Punya Rumah Permanen
    • TERBARU! Strategi Kapolri Jamin Mudik Lebaran Lancar dan Aman
    • Kepala Daerah Waspada! KPK Tak Libur Lebaran, Ancaman OTT Mengintai!
    • Terkuak! Alasan Haedar Nashir Minta Takbir Keliling Ditiadakan di Bali
    Rabu, 18 Maret 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Home
    • Features
      • View All On Demos
    • Buy Now
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Jakarta Ditinggal Mudik, Udara Malah Bikin Khawatir! Cek Faktanya
    Nasional

    Jakarta Ditinggal Mudik, Udara Malah Bikin Khawatir! Cek Faktanya

    18-03-2026 - 08.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Jakarta Ditinggal Mudik, Udara Malah Bikin Khawatir! Cek Faktanya

    zonamerahnews – Jakarta, 18 Maret – Ironisnya, di tengah mulai sepinya Ibu Kota karena arus mudik, kualitas udara Jakarta pada Rabu pagi (18/3) justru menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Data terbaru mencatat bahwa udara di Jakarta berada pada kategori "tidak sehat", sebuah sinyal peringatan yang tidak bisa diabaikan.

    Berdasarkan pantauan laman IQAir pada pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta mencapai angka 151. Angka ini mengindikasikan bahwa udara di Ibu Kota tidak aman untuk dihirup. Lebih lanjut, konsentrasi polutan PM2.5 terdeteksi sebesar 56 mikrogram per meter kubik, sebuah angka yang jauh melampaui batas aman. Bahkan, jika dibandingkan dengan panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konsentrasi PM2.5 di Jakarta saat itu 21 kali lipat lebih tinggi.

    Jakarta Ditinggal Mudik, Udara Malah Bikin Khawatir! Cek Faktanya
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    PM2.5 sendiri adalah partikel halus berukuran kurang dari 2,5 mikron yang berasal dari berbagai sumber seperti debu, asap, dan jelaga. Ukurannya yang sangat kecil membuatnya mudah masuk ke dalam saluran pernapasan manusia dan berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan serius. Paparan jangka panjang terhadap PM2.5 bahkan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dini, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru kronis.

    Melihat kondisi ini, masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan menjadi sangat penting untuk mengurangi paparan polusi. Selain itu, membatasi aktivitas di luar rumah, menutup jendela rapat-rapat untuk mencegah masuknya udara kotor, serta menyalakan alat penyaring udara jika tersedia, juga sangat dianjurkan.

    Secara nasional, kualitas udara Jakarta menempati posisi kelima terburuk. Beberapa kota lain di Indonesia juga menghadapi masalah serupa dengan indeks yang lebih tinggi, antara lain Tangerang Selatan (189), Serpong (184), Bandung (170), dan Bekasi (156).

    Menyikapi permasalahan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak tinggal diam. Saat ini, mereka tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU). Evaluasi ini mencakup analisis mendalam terhadap tren PM2.5, identifikasi sumber-sumber beban emisi dari berbagai sektor, hingga dampak langsungnya terhadap kesehatan masyarakat Ibu Kota.

    Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dan antarwilayah. "Penguatan strategi berbasis data, didukung oleh kolaborasi lintas daerah, menjadi kunci utama agar upaya pengendalian pencemaran udara dapat lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat serta kualitas lingkungan Jakarta," ujar Dudi, seperti dikutip zonamerahnews.com. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan polusi udara adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dari berbagai pihak untuk menciptakan udara yang lebih bersih dan sehat bagi semua.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Detik-detik Akhir Ramadan! Jadwal Imsak & Subuh 18 Maret 2026

    18-03-2026 - 03.05

    17-03-2026 - 22.05

    17-03-2026 - 18.05

    Peringatan Keras! Ribuan Korban Bencana Terancam Tak Punya Rumah Permanen

    17-03-2026 - 13.05

    TERBARU! Strategi Kapolri Jamin Mudik Lebaran Lancar dan Aman

    17-03-2026 - 08.05

    Kepala Daerah Waspada! KPK Tak Libur Lebaran, Ancaman OTT Mengintai!

    17-03-2026 - 03.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Jakarta Ditinggal Mudik, Udara Malah Bikin Khawatir! Cek Faktanya

    Nasional 18-03-2026 - 08.05

    zonamerahnews – Jakarta, 18 Maret – Ironisnya, di tengah mulai sepinya Ibu Kota karena arus…

    Detik-detik Akhir Ramadan! Jadwal Imsak & Subuh 18 Maret 2026

    18-03-2026 - 03.05

    17-03-2026 - 22.05

    17-03-2026 - 18.05
    Our Picks

    Jakarta Ditinggal Mudik, Udara Malah Bikin Khawatir! Cek Faktanya

    18-03-2026 - 08.05

    Detik-detik Akhir Ramadan! Jadwal Imsak & Subuh 18 Maret 2026

    18-03-2026 - 03.05

    17-03-2026 - 22.05

    17-03-2026 - 18.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.