Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    TERUNGKAP Oknum Polisi Aniaya Tahanan Dicopot

    27-07-2026 - 18.05

    Kekerasan Daycare Little Aresha Tersangka Membludak

    27-07-2026 - 16.05

    Geger Oknum Polisi Tangsel Terlibat Narkoba Bius

    27-07-2026 - 13.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • TERUNGKAP Oknum Polisi Aniaya Tahanan Dicopot
    • Kekerasan Daycare Little Aresha Tersangka Membludak
    • Geger Oknum Polisi Tangsel Terlibat Narkoba Bius
    • Menteng Mencekam Motor Geber Maut Satu Tewas
    • Foto Langka Tiga Presiden Duduk Akur Bikin Heboh
    • Skandal Tambang Emas Ilegal Hutan Sulut Terungkap
    • Prajurit TNI Gugur Ditembak Saat Buru Gembong Narkoba
    • Detik Detik Terakhir Jubir IKN Penuh Misteri
    Senin, 27 Juli 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Peringatan Keras Komnas HAM: Bebasnya Delpedro, Polisi Jangan Kriminalkan Kritik!
    Nasional

    Peringatan Keras Komnas HAM: Bebasnya Delpedro, Polisi Jangan Kriminalkan Kritik!

    09-03-2026 - 08.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Peringatan Keras Komnas HAM: Bebasnya Delpedro, Polisi Jangan Kriminalkan Kritik!

    zonamerahnews – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak aparat kepolisian untuk menahan diri dan tidak lagi menggunakan instrumen hukum pidana dalam menanggapi kritik yang disampaikan oleh masyarakat. Desakan tegas ini disampaikan Komnas HAM menyusul putusan bebas yang diberikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kepada Delpedro Marhaen dan rekan-rekannya.

    Komisioner Komnas HAM, Pramono Ubaid Tantowi, menyatakan bahwa putusan bebas ini merupakan preseden yang sangat positif dan penting bagi iklim demokrasi di Indonesia. "Ini menjadi sinyal kuat agar negara, khususnya Kepolisian Republik Indonesia, menahan diri untuk tidak memanfaatkan hukum pidana terhadap bentuk-bentuk kritik, ekspresi, atau pendapat yang sah dari masyarakat sipil," ujar Pramono dalam keterangan yang diterima zonamerahnews.com pada Minggu (8/3).

    Peringatan Keras Komnas HAM: Bebasnya Delpedro, Polisi Jangan Kriminalkan Kritik!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Menurut Pramono, sudah sepatutnya negara tidak melakukan pembatasan terhadap hak kebebasan berpendapat dan berekspresi. Ia menambahkan bahwa penggunaan hukum pidana untuk membatasi kebebasan tersebut hanya akan menciptakan ketakutan atau ‘efek jera’ yang pada akhirnya menghambat masyarakat sipil untuk menyampaikan pandangan kritis mereka. Padahal, dalam sebuah sistem demokrasi yang sehat, kritik adalah elemen fundamental dan krusial.

    Kritik, lanjut Pramono, berfungsi sebagai alat pengawasan penyelenggaraan negara, sarana partisipasi dalam pembangunan, pengawal kebijakan pemerintah, serta bentuk evaluasi terhadap kinerja pemerintah. Oleh karena itu, Komnas HAM berharap putusan pengadilan ini dapat menjadi tolok ukur baru dalam penanganan unjuk rasa atau penyampaian pendapat di masa mendatang, serta tidak menyurutkan semangat masyarakat sipil untuk terus menggunakan hak kebebasan berpendapat dan berekspresi mereka.

    Sebelumnya, Delpedro Marhaen bersama Muzaffar Salim, Syahdan Husein, dan Khariq Anhar, divonis bebas oleh Majelis Hakim PN Jakarta Pusat pada Jumat (6/3). Mereka dinyatakan tidak terbukti menyebarkan berita bohong dan melakukan penghasutan terkait demonstrasi yang berujung ricuh pada Agustus tahun lalu. Selain itu, hakim juga menyatakan mereka tidak terbukti mengajak atau memperalat anak untuk kepentingan militer dan/atau bersenjata lainnya, sebagaimana dakwaan Pasal 76H juncto Pasal 15 juncto Pasal 87 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Ketua majelis hakim, Harika Nova Yeri, saat membacakan amar putusan dengan tegas menyatakan, "Membebaskan para Terdakwa oleh karena itu dari seluruh dakwaan Penuntut Umum." Hakim juga memerintahkan untuk "Memulihkan hak-hak para Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya," sebuah putusan yang diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi penegakan hukum di Indonesia.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    TERUNGKAP Oknum Polisi Aniaya Tahanan Dicopot

    27-07-2026 - 18.05

    Kekerasan Daycare Little Aresha Tersangka Membludak

    27-07-2026 - 16.05

    Geger Oknum Polisi Tangsel Terlibat Narkoba Bius

    27-07-2026 - 13.05

    Menteng Mencekam Motor Geber Maut Satu Tewas

    27-07-2026 - 08.05

    Foto Langka Tiga Presiden Duduk Akur Bikin Heboh

    27-07-2026 - 06.05

    Skandal Tambang Emas Ilegal Hutan Sulut Terungkap

    27-07-2026 - 03.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    TERUNGKAP Oknum Polisi Aniaya Tahanan Dicopot

    Nasional 27-07-2026 - 18.05

    zonamerahnews.com – Sebuah insiden mengejutkan mengguncang institusi kepolisian di Luwu Utara Sulawesi Selatan. Seorang perwira…

    Kekerasan Daycare Little Aresha Tersangka Membludak

    27-07-2026 - 16.05

    Geger Oknum Polisi Tangsel Terlibat Narkoba Bius

    27-07-2026 - 13.05

    Menteng Mencekam Motor Geber Maut Satu Tewas

    27-07-2026 - 08.05
    Our Picks

    TERUNGKAP Oknum Polisi Aniaya Tahanan Dicopot

    27-07-2026 - 18.05

    Kekerasan Daycare Little Aresha Tersangka Membludak

    27-07-2026 - 16.05

    Geger Oknum Polisi Tangsel Terlibat Narkoba Bius

    27-07-2026 - 13.05

    Menteng Mencekam Motor Geber Maut Satu Tewas

    27-07-2026 - 08.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.