zonamerahnews.com – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan ketegasannya dalam memberantas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia. Dalam pertemuan dengan para akademisi dari berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi di Istana Merdeka Jakarta, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mengusut tuntas entitas bisnis yang sengaja membakar lahan, khususnya di area gambut.
Prabowo menyoroti celah regulasi yang masih ditemukan di lapangan. Ia mengungkapkan adanya delapan peraturan daerah di tingkat kabupaten yang secara aneh masih memperbolehkan pembakaran lahan hingga dua hektare. "Ini benar-benar omong kosong," ujarnya geram, menekankan bahwa ketentuan semacam itu justru menjadi pemicu meluasnya bencana Karhutla yang sulit dikendalikan dan harus segera dikoreksi.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah akan memperkuat upaya edukasi dan pengawasan di lapangan. Prabowo mengumumkan rencana pengerahan ribuan personel TNI, dan kemungkinan juga Polri, mulai dari perwira mayor hingga kolonel, ke berbagai kabupaten. Mereka akan bertugas langsung memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak Karhutla.
Tak hanya edukasi, pemerintah juga menyiapkan solusi konkret bagi warga yang ingin mengelola lahan tanpa harus membakar. Prabowo menjanjikan dukungan berupa penyediaan lahan alternatif dan sarana pendukung seperti pompa air. Tujuannya jelas, agar masyarakat dapat terus meningkatkan kesejahteraan mereka melalui pengelolaan lahan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Sementara itu, bagi perusahaan, Prabowo mengingatkan kembali kewajiban ketat yang telah diatur dalam regulasi. Setiap entitas bisnis diwajibkan memiliki menara pengawas kebakaran untuk setiap lima hektare lahan, embung air, serta tim pemadam kebakaran internal yang terdiri dari karyawan mereka sendiri. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan kesiapan dan tanggung jawab korporasi dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla.

