zonamerahnews – Presiden terpilih, Prabowo Subianto, secara blak-blakan mengungkapkan adanya taktik licik yang digunakan oleh kelompok-kelompok perampok uang negara atau koruptor untuk menggagalkan setiap upaya pemberantasan korupsi. Menurut Prabowo, para pelaku kejahatan ini selalu melancarkan serangan balik saat pemerintah bertekad menegakkan keadilan dan hukum.
Dalam pidatonya di acara pengukuhan pengurus MUI di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2), Prabowo menjelaskan bahwa perlawanan tersebut seringkali diwujudkan dalam bentuk upaya sistematis untuk menciptakan kegaduhan dan memecah belah persatuan di tengah masyarakat. "Setiap kali kita memberantas, setiap kali kita menegakkan hukuman, kita menegakkan keadilan, kita menegakkan hukum, setiap kali kelompok koruptor, kelompok perampok-perampok ini, kelompok garong-garong ini menyerang balik," tegas Prabowo.

Ia menambahkan, motif di balik manuver tersebut sangat jelas: "Mereka selalu ingin bikin kerusuhan, selalu ingin adu domba di antara kita. Kenapa? Karena mereka tidak ingin ada pemerintah yang bersih di bumi Republik Indonesia ini," ujarnya, menyoroti keinginan para koruptor untuk menghalangi terbentuknya pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Lebih lanjut, Prabowo juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mengelola dan menjaga kekayaan alam serta aset nasional. Ia menyerukan kepada seluruh elemen bangsa, khususnya para pemimpin, untuk memiliki keberanian mengakui kelemahan dan menghadapi berbagai kesulitan yang masih membayangi. "Kita harus menjaga republik ini. Kita harus menjaga kekayaan bangsa kita. Kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia," ajaknya.
Meskipun menyadari adanya tekanan dan perlawanan, Prabowo menegaskan komitmennya untuk tidak akan surut selangkah pun dari janji yang telah diikrarkan saat dilantik sebagai Kepala Negara. Sumpah jabatan di hadapan rakyat menjadi landasan kuat baginya untuk terus berjuang menegakkan hukum dan konstitusi. "Saya telah disumpah di hadapan rakyat untuk menegakkan hukum, menegakkan Undang-Undang Dasar kita, untuk menegakkan segala perundang-undangan. Karena itu, saya tidak akan ragu-ragu, saya tidak akan mundur setapak pun," pungkasnya, seperti dilaporkan zonamerahnews.com.

