zonamerahnews – Sebuah insiden menegangkan terjadi di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada Kamis lalu, ketika seekor macan tutul jantan tiba-tiba muncul dan menyusup ke area permukiman warga. Satwa liar yang dilindungi ini sempat membuat panik dan melukai beberapa penduduk, sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh warga dan petugas gabungan. Namun, di balik kepanikan itu, muncul kisah heroik seorang warga bernama Ujang Anis (42) yang berani berduel dengan predator tersebut demi melindungi anak-anak.
Ujang Anis, yang kini sedang dalam masa pemulihan akibat luka di tangannya, menceritakan detik-detik mencekam saat ia berhadapan langsung dengan macan tutul. Mengutip laporan dari detikJabar, Ujang mulanya tak percaya ketika mendengar teriakan warga tentang "maung" (macan dalam bahasa Sunda) yang berkeliaran. "Saya tadinya hampir tidak percaya. Masa di kota [permukiman] ada harimau [macan]. Biasanya harimau itu ada di hutan," ujarnya dari kontrakannya di Kampung Sukalila, Desa Mekarjaya, Kecamatan Pacet. Namun, keraguan itu sirna begitu ia melihat langsung keberadaan macan tutul tersebut.

Melihat sekelompok anak-anak yang terancam menjadi sasaran macan, Ujang tanpa ragu melompat ke depan untuk mengadang. "Lalu saya ke depan membela anak-anak, daripada macan menerjang anak-anak. Lalu saya yang bertarung melawan macan itu," tuturnya. Pertarungan sengit pun tak terhindarkan. Macan tutul itu membalas dengan cakaran dan gigitan, membuat Ujang terpojok di teras sebuah rumah yang gerbangnya tertutup. Ia menggambarkan bagaimana macan itu berdiri setinggi lehernya saat menyerang. "Langsung mencakar dan langsung berdiri itu harimau. Ya, tingginya sejajar leher saya saat berdiri. Macan tutul itu," kenangnya.
Dalam kondisi terdesak, Ujang berusaha membela diri selama beberapa menit. Ia sempat terkena cakaran di dada kanan dan dua gigitan di tangan kanan hingga sobek. Dengan keberanian luar biasa, Ujang berhasil melepaskan diri dari gigitan macan dengan memukul kepalanya. Beruntung, tak lama kemudian ada warga yang membuka gerbang, dan macan itu pun kabur ke rumah lain. Setelah situasi aman, Ujang segera dilarikan ke Puskesmas Jalan Cagak Pacet. "Alhamdulillah mendapat pengobatan di sana. Kata dokter, ya alhamdulillah, ini dijahit sembilan jahitan. Lalu disuntik, diambil darah di sini. Di sini juga disuntik. Alhamdulillah sudah ditangani," beber Ujang, yang mengaku tak punya pengalaman berduel dengan predator sebelumnya.
Selain Ujang, dua warga lainnya juga menjadi korban gigitan macan tutul, yaitu IR (38) dan DJ (44). Ketiganya mengalami luka di lengan kanan dan telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Pacet. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan memastikan bahwa kondisi seluruh korban stabil dan telah diizinkan pulang.
Macan tutul jantan berukuran cukup besar, dengan perkiraan panjang tubuh mencapai tiga meter termasuk ekor dan berat sekitar 50 kilogram, serta memiliki corak kuning totol hitam, berhasil dilumpuhkan pada Kamis siang sekitar pukul 10.30 WIB. Petugas gabungan melakukan sterilisasi area dan mengamankan satwa tersebut menggunakan jaring dan tali. "Macan tutul berhasil ditangkap dalam kondisi hidup dan sementara diamankan di Polsek Pacet sambil menunggu pihak BKSDA," jelas Hendra.
Satwa liar dilindungi ini kemudian dievakuasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan dipindahkan ke Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan, Garut, untuk rehabilitasi. Humas BBKSDA Jabar, Ery Mildrayana, pada Jumat (6/2) menyampaikan bahwa hasil observasi awal tim medis menunjukkan macan tersebut mengalami beberapa luka namun tidak membahayakan nyawa. "Satwa segera dikondisikan ke kandang perawatan sementara. Proses pemindahan satwa berjalan lancar dan aman," ujarnya. Macan tutul itu juga menunjukkan perilaku liar yang merupakan insting alaminya saat didekati petugas. BBKSDA Jabar menyatakan bahwa satwa ini akan ditangani lebih lanjut dan akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya setelah dinyatakan layak melalui serangkaian penilaian. Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam mengenai penyebab kemunculan macan tutul di kawasan padat penduduk tersebut.

