zonamerahnews – Sebuah guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2) dini hari WIB. Peristiwa ini tidak hanya menyisakan kepanikan, tetapi juga menyebabkan sejumlah kerusakan bangunan yang signifikan di beberapa lokasi, dengan laporan awal dan rekaman visual mulai beredar luas di berbagai platform media pada Jumat pagi.
Dampak paling terasa dilaporkan terjadi di Pacitan sendiri. Mengutip informasi yang dihimpun zonamerahnews.com dari berbagai sumber, sebuah rumah di Lingkungan Kebon, Kelurahan Ploso, mengalami keruntuhan sebagian. Tak hanya itu, kerusakan serupa juga menimpa beberapa bangunan di Desa Kembang, yang berdekatan dengan Kelurahan Ploso, serta di Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Erwin, membenarkan adanya laporan awal mengenai kerusakan ini. Ia menyatakan bahwa timnya masih terus mengumpulkan data dan informasi dari seluruh wilayah yang terdampak. "Iya, fase monitoring ya," ujar Erwin, mengisyaratkan bahwa proses pendataan masih berjalan intensif. Ia mengakui, kekuatan gempa yang besar memang sangat berpotensi menimbulkan kerusakan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengonfirmasi bahwa gempa terjadi pada pukul 01.06 WIB. Pusat gempa berada di 89 kilometer tenggara Pacitan, tepatnya pada koordinat 8.99 Lintang Selatan dan 111.18 Bujur Timur, dengan kedalaman hiposenter 10 kilometer. Meskipun kuat, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Guncangan gempa tidak hanya dirasakan di Pacitan, melainkan juga meluas ke beberapa daerah lain. Laporan datang dari DI Yogyakarta, khususnya Bantul, serta Solo di Jawa Tengah, hingga Surabaya di Jawa Timur, yang turut merasakan getaran dahsyat tersebut.
Di Bantul, DI Yogyakarta, dampak gempa bahkan menyebabkan korban luka. BPBD DIY melaporkan setidaknya tujuh orang mengalami luka-luka akibat insiden dini hari itu. Para korban telah segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat, yaitu RS PKU Muhammadiyah Bantul dan RSUD Panembahan Senopati, untuk mendapatkan penanganan medis. Meskipun penyebab pasti luka-luka tersebut belum dirinci, insiden ini menunjukkan betapa seriusnya dampak gempa.
Selain korban luka, BPBD DIY juga mencatat adanya kerusakan fisik di empat titik di Bantul, meliputi daerah Imogiri, Jetis, Pundong, dan Kasihan. Kerusakan yang teridentifikasi meliputi tiga unit rumah warga dan satu tempat ibadah. "Saat ini proses pendataan masih dilakukan, data bersifat sementara, dapat berubah sesuai update terbaru," demikian bunyi laporan BPBD DIY, menandakan bahwa angka dan jenis kerusakan masih bisa bertambah seiring dengan perkembangan informasi di lapangan.

