zonamerahnews – Sebuah insiden kebakaran tragis melanda sebuah rumah tinggal di Jalan Teratai XIV, Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/1) pagi. Peristiwa nahas ini menelan satu korban jiwa, seorang wanita paruh baya yang ditemukan tak bernyawa setelah api berhasil dipadamkan.
Menurut keterangan dari Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, kebakaran ini pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar melalui sambungan telepon ke petugas pemadam kebakaran pada pukul 09.41 WIB. Untuk mengatasi si jago merah yang mengamuk, sebanyak 18 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan 112 personel dikerahkan segera ke lokasi kejadian.

Api pertama kali diketahui oleh koordinator kebersihan setempat. Saksi mata tersebut melihat kepulan asap tebal yang kemudian disusul kobaran api dari salah satu rumah. Setelah menyadari bahaya, saksi segera melaporkan kejadian ini kepada pihak keamanan lingkungan. Warga sekitar sempat mencoba memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun upaya tersebut tidak berhasil meredakan amukan api, sehingga mereka langsung menghubungi petugas damkar.
Proses pemadaman api dimulai pada pukul 09.48 WIB. Berkat kesigapan dan kerja keras petugas di lapangan, api berhasil dilokalisir hanya dalam waktu sekitar 12 menit, yakni pada pukul 10.00 WIB. Seluruh operasi pemadaman dinyatakan selesai dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 10.55 WIB.
Setelah api benar-benar padam dan area dinyatakan aman, petugas Gulkarmat melakukan penyisiran menyeluruh di dalam rumah yang terbakar. Hasilnya, mereka menemukan satu korban jiwa. Korban diidentifikasi bernama Beti, seorang perempuan berusia sekitar 60 tahun. Ia ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di kamar mandi yang terletak di area garasi rumah tersebut.
"Korban jiwa 1 orang atas nama Beti, jenis kelamin perempuan, usia kurang lebih 60 tahun. Kronologi ketika ditemukan, posisi korban berada di kamar mandi garasi dan ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia," jelas Asril Rizal, sebagaimana dikutip oleh zonamerahnews.com. Tragedi ini menjadi pengingat akan bahaya kebakaran yang bisa datang kapan saja, menuntut kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari setiap penghuni rumah.

