zonamerahnews – Malam pergantian tahun 2026 di Flyover Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, nyaris diwarnai aksi tawuran antar dua kelompok remaja. Beruntung, insiden yang menggunakan petasan sebagai kode awal ini berhasil digagalkan oleh kesigapan petugas kepolisian pada Kamis (1/1) dini hari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, tak lama setelah dentuman kembang api menandai masuknya tahun baru, memperlihatkan sekelompok remaja saling berhadapan. Video yang beredar di media sosial juga menunjukkan mereka membawa kembang api yang kemudian dinyalakan, bukan untuk merayakan, melainkan sebagai isyarat dimulainya kericuhan.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nur Rizal, membenarkan adanya potensi tawuran tersebut. "Ada (potensi tawuran), tapi enggak ada korban dan sebetulnya belum terjadi. Jadi sudah bisa kami antisipasi lebih dulu," ujar Alfian kepada awak media, seperti dikutip zonamerahnews.com.
Alfian menjelaskan, petugas di lapangan sudah terlatih membaca tanda-tanda awal tawuran. Bunyi petasan yang dinyalakan oleh kedua kelompok remaja itu menjadi sinyal atau kode bagi mereka untuk segera bertindak. "Itu mereka kan janjian, seperti menyalakan petasan, itu kan tanda, kode, biasa seperti itu. Kita sudah tahu, kita langsung antisipasi pas ada petasan dari situ sebelum adanya tawuran langsung kita urai, kita pisahkan, kemudian hingga aman," jelasnya.
Meski sempat menemukan beberapa senjata tajam yang dibawa oleh sejumlah remaja, pihak kepolisian memilih untuk fokus membubarkan massa. Strategi ini diambil untuk mencegah bentrokan meluas dan menimbulkan korban di tengah keramaian malam tahun baru. "Kami lebih mementingkan membubarkan daripada kita melakukan pengamanan orangnya. Jadi lebih baik kita mengedepankan preventif aja, pencegahan," tegas Alfian.
Berkat tindakan cepat ini, situasi di Flyover Klender segera kembali kondusif. Alfian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden yang nyaris mencoreng momen pergantian tahun tersebut. "Aman, aman, tidak ada masyarakat atau orang yang menimbulkan korban jiwa, luka dan sebagainya, tidak ada sama sekali," pungkasnya.

