zonamerahnews – Kabupaten Aceh Tamiang dilanda kepanikan akibat lambatnya penanganan pasca-banjir dan tanah longsor yang telah berlangsung lebih dari sepekan. Warga yang putus asa terpaksa mengambil makanan dari toko-toko dan supermarket setempat demi bertahan hidup.
Aidil Fitrah (28), salah seorang warga terdampak, mengungkapkan bahwa kekacauan terjadi di hari-hari pertama setelah bencana. Bantuan yang dijanjikan tak kunjung datang, membuat warga kelaparan dan kebingungan. "Bantuan baru tiba setelah tujuh atau delapan hari," ujarnya, menggambarkan betapa lamanya penantian mereka.

Lambatnya pendistribusian bantuan ini disebabkan oleh kerusakan infrastruktur yang parah akibat banjir dan longsor. Akses jalan terputus, mempersulit pengiriman bantuan ke wilayah-wilayah terpencil.
Untuk mengatasi krisis air bersih, TNI mengerahkan sistem osmosis terbalik bergerak. Alat ini berfungsi menjernihkan air yang tercemar agar aman dikonsumsi oleh masyarakat. Selain itu, TNI juga terus berupaya mengirimkan bantuan makanan dan obat-obatan melalui udara bagi warga yang masih terisolasi akibat jalan yang belum bisa dilalui. Pemerintah berjanji akan mempercepat proses perbaikan infrastruktur dan pendistribusian bantuan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
