Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Skandal Suap Hakim: Advokat Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara!

    03-03-2026 - 18.05

    03-03-2026 - 13.05

    Perang Timur Tengah Kian Panas, Nasib Ribuan Jemaah Umrah Indonesia Terancam!

    03-03-2026 - 08.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Skandal Suap Hakim: Advokat Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara!
    • Perang Timur Tengah Kian Panas, Nasib Ribuan Jemaah Umrah Indonesia Terancam!
    • Terungkap! Jurus Pamungkas Kapolri Atasi Macet Pelabuhan 2026
    • Indonesia Berkabung! Wafatnya Mantan Wapres, Bendera Setengah Tiang 3 Hari
    • Kacau! 9.400 Jemaah Umrah Jatim Terjebak di Saudi, Imbas Perang Panas!
    • Kritik Tajam Publik Berbuah Manis! Gubernur Kaltim Batalkan Mobil Dinas Rp8,5 M!
    Selasa, 3 Maret 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Home
    • Features
      • View All On Demos
    • Buy Now
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Korupsi Menggila! Kerugian Negara di 2024 Tembus Ratusan Triliun
    Nasional

    Korupsi Menggila! Kerugian Negara di 2024 Tembus Ratusan Triliun

    04-12-2025 - 22.053 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Korupsi Menggila! Kerugian Negara di 2024 Tembus Ratusan Triliun

    zonamerahnews – Indonesia Corruption Watch (ICW) baru-baru ini merilis laporan yang mencengangkan terkait tren vonis korupsi sepanjang tahun 2024. Hasilnya sungguh memprihatinkan, tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara masih mendominasi kasus-kasus yang ditangani pengadilan. Total kerugian negara akibat praktik haram ini mencapai angka yang fantastis, yakni ratusan triliun rupiah.

    Erma Nuzulia, Staf Hukum ICW, mengungkapkan data ini saat memaparkan Laporan Hasil Pemantauan Tren Vonis Korupsi 2024 di Kantor ICW, Jakarta Selatan, Kamis (4/12) lalu. "Berdasarkan analisis kami, korupsi yang merugikan keuangan negara masih menjadi primadona dengan 1.601 terdakwa. Disusul kemudian oleh kasus suap menyuap dengan 98 terdakwa dan pemerasan dengan 28 terdakwa," jelas Erma.

     Korupsi Menggila! Kerugian Negara di 2024 Tembus Ratusan Triliun
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Ironisnya, penerapan Pasal pencucian uang masih sangat minim, hanya menjerat 25 terdakwa, termasuk tiga perkara yang dipecah-pecah (splitsing). Menurut Erma, hal ini menunjukkan kurangnya upaya optimal dari penegak hukum untuk memaksimalkan pengembalian kerugian negara. Padahal, pengembalian kerugian negara adalah salah satu cara pemerintah memberikan keadilan bagi masyarakat yang terdampak korupsi.

    Pada tahun 2024, ICW mencatat total kerugian keuangan negara yang berhasil dihitung mencapai Rp330,9 triliun. Namun, tingkat pemulihan kerugian negara masih sangat rendah, hanya 4,84%, yang terdiri dari total denda sebesar Rp316 miliar dan total uang pengganti sebesar Rp16,58 triliun. Erma menyoroti bahwa penerapan Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) terkait pidana uang pengganti oleh hakim belum maksimal. Hanya 63,56% terdakwa yang dikenakan uang pengganti.

    ICW berhasil mengumpulkan 1.768 putusan dari berbagai tingkatan pengadilan. Namun, dibandingkan dengan penyelesaian perkara dalam Laporan Tahunan Mahkamah Agung (MA) 2024, hanya sekitar 49,04% yang dipublikasikan dengan baik dalam Direktori Putusan MA. Padahal, MA mendapatkan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik dengan nilai tinggi. Hal ini mengindikasikan kurangnya keterbukaan MA dalam mempublikasikan informasi putusan pengadilan.

    Dari seluruh putusan tersebut, terdapat 1.869 terdakwa, didominasi oleh individu (1.865 terdakwa) dan hanya 6 terdakwa korporasi. Meskipun MA telah mengeluarkan Perma Nomor 13 Tahun 2016 tentang pedoman pemidanaan terhadap korporasi, penegak hukum belum memiliki kesamaan paradigma dalam menjerat pelaku korporasi.

    ICW juga mencatat bahwa terdakwa kasus korupsi paling banyak berasal dari sektor swasta (603), diikuti pegawai pemerintah daerah (462) dan kepala desa (204). Sementara itu, terdakwa dari jabatan strategis seperti legislatif, kepala daerah, dan pejabat BUMN masih relatif rendah (110). Diduga, hal ini disebabkan oleh Instruksi Jaksa Agung Nomor 6 Tahun 2023 yang menghentikan sementara pengusutan terhadap orang-orang yang hendak mengikuti kontestasi pemilihan umum 2024.

    Secara geografis, Sumatera Utara menjadi provinsi dengan putusan terbanyak (148), diikuti Jawa Timur (129) dan Sulawesi Selatan (123). Sektor utilitas mendominasi kategori perkara (322 putusan), disusul desa (310), pemerintahan (282), perbankan (153), dan pendidikan (129).

    "Hal ini menunjukkan bahwa korupsi di tingkat daerah masih sangat rentan, terutama pada sektor utilitas dan pengelolaan anggaran desa. Pemerintah gagal menyusun mekanisme pencegahan yang konsisten untuk menekan angka korupsi," pungkas Erma dari zonamerahnews – .

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Skandal Suap Hakim: Advokat Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara!

    03-03-2026 - 18.05

    03-03-2026 - 13.05

    Perang Timur Tengah Kian Panas, Nasib Ribuan Jemaah Umrah Indonesia Terancam!

    03-03-2026 - 08.05

    Terungkap! Jurus Pamungkas Kapolri Atasi Macet Pelabuhan 2026

    03-03-2026 - 03.05

    02-03-2026 - 22.05

    Indonesia Berkabung! Wafatnya Mantan Wapres, Bendera Setengah Tiang 3 Hari

    02-03-2026 - 18.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Skandal Suap Hakim: Advokat Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara!

    Nasional 03-03-2026 - 18.05

    zonamerahnews – Jakarta – Advokat Marcella Santoso akhirnya harus menerima ganjaran atas perbuatannya. Ia dijatuhi…

    03-03-2026 - 13.05

    Perang Timur Tengah Kian Panas, Nasib Ribuan Jemaah Umrah Indonesia Terancam!

    03-03-2026 - 08.05

    Terungkap! Jurus Pamungkas Kapolri Atasi Macet Pelabuhan 2026

    03-03-2026 - 03.05
    Our Picks

    Skandal Suap Hakim: Advokat Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara!

    03-03-2026 - 18.05

    03-03-2026 - 13.05

    Perang Timur Tengah Kian Panas, Nasib Ribuan Jemaah Umrah Indonesia Terancam!

    03-03-2026 - 08.05

    Terungkap! Jurus Pamungkas Kapolri Atasi Macet Pelabuhan 2026

    03-03-2026 - 03.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.