Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Detik Detik Mencekam Mobil Damkar Terbalik 2 Tewas

    29-09-2026 - 22.35

    Geger KPK Sita Apartemen Mewah Anggota Dewan Ini

    29-09-2026 - 22.05

    Jakarta Gratiskan Transportasi Siapa Saja Bisa

    29-09-2026 - 18.35
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Detik Detik Mencekam Mobil Damkar Terbalik 2 Tewas
    • Geger KPK Sita Apartemen Mewah Anggota Dewan Ini
    • Jakarta Gratiskan Transportasi Siapa Saja Bisa
    • MK Gebrak Pemerintah Wajib Ungkap Alasan Blokir Konten
    • Geger SCBD Kejagung Sita Perusahaan Don Ritto
    • Skandal Kontrak Kerja Magang Buruh Bikin Geger
    • Oknum Polisi Ejek Pendemo Kini Tersudut Hukum
    • DPR Tunda Bahas RUU Pemilu Ada Apa
    Rabu, 30 September 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Terungkap! Nama-nama Kontroversial di Softgun Jadi Pemicu Bom SMA?
    Nasional

    Terungkap! Nama-nama Kontroversial di Softgun Jadi Pemicu Bom SMA?

    11-11-2025 - 22.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Terungkap! Nama-nama Kontroversial di Softgun Jadi Pemicu Bom SMA?

    zonamerahnews – Jakarta – Misteri di balik aksi peledakan di SMA 72 Jakarta mulai terkuak. Polisi menemukan fakta mengejutkan bahwa pelaku terinspirasi dari sejumlah nama pelaku kekerasan massal di berbagai belahan dunia. Nama-nama tersebut bahkan tertera jelas di softgun atau senjata mainan yang dibawa pelaku saat melancarkan aksinya pada Jumat lalu.

    Enam nama yang menjadi "inspirasi" pelaku adalah sosok-sosok kontroversial yang dikenal karena aksi kekerasan ekstrem mereka. Mereka adalah Eric Harris, Dylan Klebold, Dylan Storm Roof, Alexandre Bissonnette, Vladislav Roslyakov, dan Brenton Tarrant.

     Terungkap! Nama-nama Kontroversial di Softgun Jadi Pemicu Bom SMA?
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Eric Harris dan Dylan Klebold adalah otak di balik tragedi Columbine Highschool Massacre yang mengguncang Amerika Serikat pada tahun 1999. Keduanya dikenal memiliki pandangan neo-Nazi. Sementara itu, Dylan Storm Roof adalah pelaku penembakan massal di Gereja Charleston pada tahun 2015. Ia dikenal sebagai penganut supremasi kulit putih.

    Alexandre Bissonnette, juga seorang penganut supremasi kulit putih, melakukan penembakan massal di sebuah masjid di Kanada pada tahun 2017. Vladislav Roslyakov, pelaku penyerangan di Politeknik Kerch, Rusia pada tahun 2018, juga diketahui memiliki ideologi neo-Nazi. Terakhir, Brenton Tarrant adalah pelaku penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru pada tahun 2019. Ia dikenal sebagai penganut etnonasionalis.

    Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, mengungkapkan bahwa pelaku mempelajari aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh keenam orang tersebut. Bahkan, pelaku meniru beberapa tindakan dan simbol yang digunakan oleh para pelaku kekerasan tersebut.

    "Bahkan posenya kemudian beberapa simbol yang ditemukan itu sekadar menginspirasi," kata Mayndra dalam konferensi pers, Selasa (11/11). Ia menambahkan bahwa pelaku tidak memiliki ideologi yang konsisten, melainkan hanya terinspirasi dari berbagai ideologi yang berbeda.

    Mayndra menjelaskan bahwa pelaku mulai mencari informasi tentang aksi kekerasan karena merasa tertindas dan memiliki dendam. Pelaku juga merasa kesepian dan tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaannya.

    Pencarian informasi tersebut kemudian mengarahkannya ke berbagai situs yang berisi konten kekerasan. Pelaku juga bergabung dengan sebuah komunitas media sosial yang mengagumi aksi kekerasan.

    "Nah motivasi yang lain ketika beberapa pelaku itu melakukan tindakan kekerasan lalu mengupload ke media tersebut maka komunitas tersebut mengapresiasi sebagai sesuatu yang heroik gitu ya," ucap dia. Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak tentang bahaya konten kekerasan di dunia maya dan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah radikalisasi.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Detik Detik Mencekam Mobil Damkar Terbalik 2 Tewas

    29-09-2026 - 22.35

    Geger KPK Sita Apartemen Mewah Anggota Dewan Ini

    29-09-2026 - 22.05

    Jakarta Gratiskan Transportasi Siapa Saja Bisa

    29-09-2026 - 18.35

    MK Gebrak Pemerintah Wajib Ungkap Alasan Blokir Konten

    29-09-2026 - 18.05

    Geger SCBD Kejagung Sita Perusahaan Don Ritto

    29-09-2026 - 16.35

    Skandal Kontrak Kerja Magang Buruh Bikin Geger

    29-09-2026 - 16.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Detik Detik Mencekam Mobil Damkar Terbalik 2 Tewas

    Nasional 29-09-2026 - 22.35

    zonamerahnews.com – Pangkep Sulawesi Selatan dilanda duka mendalam setelah sebuah mobil pemadam kebakaran mengalami kecelakaan…

    Geger KPK Sita Apartemen Mewah Anggota Dewan Ini

    29-09-2026 - 22.05

    Jakarta Gratiskan Transportasi Siapa Saja Bisa

    29-09-2026 - 18.35

    MK Gebrak Pemerintah Wajib Ungkap Alasan Blokir Konten

    29-09-2026 - 18.05
    Our Picks

    Detik Detik Mencekam Mobil Damkar Terbalik 2 Tewas

    29-09-2026 - 22.35

    Geger KPK Sita Apartemen Mewah Anggota Dewan Ini

    29-09-2026 - 22.05

    Jakarta Gratiskan Transportasi Siapa Saja Bisa

    29-09-2026 - 18.35

    MK Gebrak Pemerintah Wajib Ungkap Alasan Blokir Konten

    29-09-2026 - 18.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.