Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Buron 30 Tahun Harta Triliunan Masih Dikejar

    24-06-2026 - 18.06

    Polisi Serbu Bea Cukai Juanda Sidoarjo Ada Apa

    24-06-2026 - 16.06

    Prabowo Bongkar Peran Unik TNI Polri di Sektor Pangan

    24-06-2026 - 13.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Buron 30 Tahun Harta Triliunan Masih Dikejar
    • Polisi Serbu Bea Cukai Juanda Sidoarjo Ada Apa
    • Prabowo Bongkar Peran Unik TNI Polri di Sektor Pangan
    • Kengerian 3 Tahun Kekasih Disiksa Buta Bibir Hancur
    • Gawat Anggaran Imunisasi Dipangkas Rp1 Triliun
    • Geger Kampus UBK BEM Dituding Terima Dana Gibran
    • Derita Tiga Tahun Bandung LPSK Beri Perlindungan
    • Nasib Nadiem Makarim Vonis Korupsi Laptop Segera
    Rabu, 24 Juni 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional -
    Nasional

    01-10-2025 - 08.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
  • Tragedi Lubang Buaya: Negara Gelar Upacara Sakral!
  • Kesaktian Pancasila: Upacara Penuh Makna di Lubang Buaya
  • Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id
  • Lubang Buaya Berduka: Upacara Hari Kesaktian Pancasila Digelar
  • Artikel Berita:

    zonamerahnews – Pemerintah Republik Indonesia hari ini menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, bertempat di Monumen Lubang Buaya, Jakarta Timur. Upacara ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang menjadi korban dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S) pada tahun 1965.

    Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir dalam upacara yang dimulai pada pagi hari ini. Sejumlah persiapan telah dilakukan, termasuk pemasangan tenda dan penataan lokasi upacara. Terpantau oleh tim zonamerahnews.com, beberapa Menteri Kabinet Merah Putih juga telah hadir di lokasi, di antaranya Mensesneg Prasetyo Hadi dan Kepala Bakom Angga Raka Prabowo.

    Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober merupakan wujud penghormatan dan penghargaan terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Upacara bendera menjadi simbol utama dalam peringatan ini, sebagai bentuk penghormatan terhadap para pahlawan yang gugur dalam mempertahankan ideologi Pancasila.

    Dasar hukum pelaksanaan upacara Hari Kesaktian Pancasila adalah Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 153 Tahun 1967, yang ditetapkan oleh Presiden Soeharto. Keppres ini menetapkan tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila, yang diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia.

    Peristiwa Kesaktian Pancasila tidak bisa dilepaskan dari tragedi penculikan dan pembunuhan sejumlah jenderal dan perwira TNI pada tanggal 30 September 1965. Mereka adalah Jenderal A.H. Nasution, Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal R. Soeprapto, Mayor Jenderal M.T. Harjono, Mayor Jenderal S. Parman, Brigadir Jenderal D.I. Pandjaitan, Brigadir Jenderal Soetojo S, Letnan Satu Czi P.A. Tendean, Brigadir Polisi Tingkat I K.S. Tubun, serta Ade Irma Suryani Nasution.

    Selain menggelar upacara, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat, instansi pemerintah, dan lembaga pendidikan untuk mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang pada tanggal 30 September. Kemudian, pada tanggal 1 Oktober, bendera dikibarkan satu tiang penuh.

    Penetapan Hari Kesaktian Pancasila merupakan bagian tak terpisahkan dari peristiwa G30S yang menjadi salah satu lembaran kelam dalam sejarah Indonesia. Peristiwa ini menewaskan enam jenderal dan seorang perwira ABRI yang kemudian dikenal sebagai 7 pahlawan revolusi. Tragedi ini juga diikuti oleh pembantaian massal terhadap anggota dan simpatisan PKI.

    Peristiwa G30S masih menjadi perdebatan dan kontroversi hingga saat ini. Berbagai versi dan interpretasi sejarah bermunculan, mulai dari keterlibatan PKI sebagai dalang utama, hingga teori mengenai konflik internal di tubuh Angkatan Darat, keterlibatan pihak asing, dan peran tokoh-tokoh penting seperti Soekarno dan Soeharto.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Buron 30 Tahun Harta Triliunan Masih Dikejar

    24-06-2026 - 18.06

    Polisi Serbu Bea Cukai Juanda Sidoarjo Ada Apa

    24-06-2026 - 16.06

    Prabowo Bongkar Peran Unik TNI Polri di Sektor Pangan

    24-06-2026 - 13.05

    Kengerian 3 Tahun Kekasih Disiksa Buta Bibir Hancur

    24-06-2026 - 08.05

    Gawat Anggaran Imunisasi Dipangkas Rp1 Triliun

    24-06-2026 - 06.05

    Geger Kampus UBK BEM Dituding Terima Dana Gibran

    24-06-2026 - 03.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Buron 30 Tahun Harta Triliunan Masih Dikejar

    Nasional 24-06-2026 - 18.06

    zonamerahnews.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan perburuan aset milik terpidana kasus korupsi legendaris Eddy Tansil…

    Polisi Serbu Bea Cukai Juanda Sidoarjo Ada Apa

    24-06-2026 - 16.06

    Prabowo Bongkar Peran Unik TNI Polri di Sektor Pangan

    24-06-2026 - 13.05

    Kengerian 3 Tahun Kekasih Disiksa Buta Bibir Hancur

    24-06-2026 - 08.05
    Our Picks

    Buron 30 Tahun Harta Triliunan Masih Dikejar

    24-06-2026 - 18.06

    Polisi Serbu Bea Cukai Juanda Sidoarjo Ada Apa

    24-06-2026 - 16.06

    Prabowo Bongkar Peran Unik TNI Polri di Sektor Pangan

    24-06-2026 - 13.05

    Kengerian 3 Tahun Kekasih Disiksa Buta Bibir Hancur

    24-06-2026 - 08.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.