zonamerahnews – Upacara peringatan ke-79 Hari Bhayangkara di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (1/7), menyisakan misteri menarik. Presiden Prabowo Subianto, usai memberikan pidato, secara tak terduga meminta Komandan Upacara, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., untuk menghadap. Momen ini terjadi setelah Dadang melaporkan kelancaran upacara kepada Presiden. Prabowo menyampaikan pujian atas pelaksanaan upacara yang tertib dan disiplin, lalu menambahkan kalimat yang mengundang penasaran, "Sesudah upacara menghadap ke saya, terima kasih,".
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan sedikit pencerahan. Ia menjelaskan bahwa panggilan tersebut merupakan bentuk apresiasi Presiden atas kinerja Dadang yang dinilai memuaskan. Dasco bahkan menyebut adanya "bonus" yang diberikan Presiden kepada Dadang, meski ia enggan merinci lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa hal ini merupakan praktik yang umum dilakukan Presiden terhadap pimpinan upacara yang sukses.

Namun, siapa sebenarnya Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto ini? Sosok yang tak hanya dikenal di koridor kepolisian, tetapi juga di dunia akademik. Lulusan Akpol 1994 ini merupakan guru besar Ilmu Administrasi Publik di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), yang dikukuhkan pada 2023. Kiprahnya di kepolisian pun gemilang, menjabat berbagai posisi strategis, mulai dari Kapolsek hingga Wakapolda Sumatera Utara. Ia juga aktif di organisasi keagamaan, tercatat sebagai bagian dari jajaran Ketua Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama periode 2017-2022.
Komandan upacara yang juga Ketua STIK Lemdiklat Polri ini, memiliki rekam jejak karier yang panjang dan beragam, menunjukkan kapabilitasnya dalam bidang reserse, kepemimpinan operasional, dan akademisi. Kombinasi latar belakang tersebut mungkin menjadi alasan di balik pujian dan panggilan khusus dari Presiden Prabowo. Mungkin ada lebih dari sekadar apresiasi biasa di balik pertemuan tersebut. Misteri "bonus" yang diberikan Presiden pun menambah rasa penasaran publik. Apakah ini sebuah penghargaan atas dedikasi, atau pertanda sesuatu yang lebih besar? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

