zonamerahnews – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah antisipatif untuk mencegah kemacetan parah di kawasan Puncak, Bogor, akhir pekan ini. Informasi mengenai potensi kemacetan panjang selama libur panjang membuat Dedi langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor. Langkah berani yang diambilnya? Meliburkan dan memberikan kompensasi kepada para sopir angkutan kota (angkot) di jalur Puncak!
Dalam unggahan di media sosialnya, Dedi menjelaskan bahwa meskipun pengaturan parkir di Puncak sudah tertata rapi, jumlah kendaraan yang terlalu banyak tetap berpotensi menimbulkan kemacetan. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk meliburkan seluruh sopir angkot menuju Puncak pada Sabtu dan Minggu. "Saya sudah telepon pagi-pagi, kita liburkan saja sopir angkotnya," ujar Dedi.

Bukan hanya diliburkan, Dedi juga akan memberikan kompensasi finansial kepada para sopir tersebut. Ia menegaskan agar tidak ada pemotongan kompensasi dan memastikan penyalurannya langsung kepada para sopir yang bersangkutan. "Saya akan kumpulkan mereka Sabtu pagi, dan berikan kompensasi agar mereka bisa menikmati waktu bersama keluarga," tambahnya.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para wisatawan yang menghabiskan waktu liburan di Puncak. Dedi juga memberikan sedikit pesan bijak, menyarankan agar masyarakat yang memiliki keterbatasan finansial lebih baik menghabiskan waktu di rumah daripada memaksakan diri berlibur dan berpotensi menambah beban keuangan. Dengan kebijakan ini, Gubernur Dedi Mulyadi berharap libur panjang kali ini di Puncak dapat berjalan lancar tanpa hambatan kemacetan yang parah.

