zonamerahnews.com – Misteri pembunuhan sadis yang menimpa seorang ibu dan anak di Madiun akhirnya mulai menemui titik terang. Marta yang merupakan istri sah dari tersangka Dwi Bagus Martono mengaku sama sekali tidak mencium gelagat mencurigakan dari suaminya sebelum aksi keji tersebut terungkap ke publik.
Marta mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengetahui aktivitas suaminya di halaman belakang rumah saat peristiwa mengerikan itu terjadi. Alasan utamanya adalah karena ia sedang menjalankan tugas profesinya sebagai seorang guru.

"Saya sedang mengajar penuh di sekolah saat kejadian itu berlangsung. Saya benar-benar tidak tahu apa yang dilakukan suami saya di rumah," ujar Marta dengan nada tenang saat memberikan keterangan kepada media.
Berdasarkan jadwal rutinnya, Marta harus sudah berada di sekolah sebelum pukul 07.00 WIB untuk melakukan absensi dan baru selesai pada pukul 15.30 WIB. Hal inilah yang membuatnya tidak menyadari adanya aksi kriminal yang dilakukan suaminya di kediaman mereka di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Manguharjo.
Kasus ini sebelumnya sempat menggegerkan warga Madiun setelah hilangnya Dini Hardiyanti bersama putra kecilnya yang berusia 4 tahun. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian, terungkap bahwa Dwi Bagus Martono diduga kuat telah menghabisi nyawa istri sirinya dan sang anak dengan cara yang sangat keji.
Polisi menduga korban dicekik di sebuah hotel, sementara sang anak dibunuh di dalam kendaraan. Untuk menghilangkan jejak, tersangka diduga membakar jasad kedua korban menggunakan tungku bata ringan yang dibuatnya di pekarangan belakang rumah.
Aksi kriminal ini baru terendus setelah keluarga melaporkan hilangnya korban pada awal Oktober setelah mereka tidak terlihat sejak akhir September. Pelarian tersangka berakhir setelah polisi berhasil melacak keberadaannya di sebuah rumah di wilayah Jombang.

