Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kapal Kargo Ekspor Dicegat TNI AL

    28-10-2026 - 08.35

    Waspada Macet Parah di Pusat Jakarta Hari Ini

    28-10-2026 - 08.05

    Revisi UU Tipikor Masih Jadi Teka Teki

    28-10-2026 - 06.37
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kapal Kargo Ekspor Dicegat TNI AL
    • Waspada Macet Parah di Pusat Jakarta Hari Ini
    • Revisi UU Tipikor Masih Jadi Teka Teki
    • Teknologi Baru Padamkan Api Hutan
    • Prabowo Kucurkan Rp125 Miliar Atasi Karhutla Jambi
    • Malaysia Siapkan Armada Udara Padamkan Karhutla
    • Anggaran Pemulihan Sumatra Aman Terjamin
    • Misteri Kematian Nelayan di Polsek Kajang
    Kamis, 29 Oktober 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Tragedi Kapal Virgo Mengapa Ini Terjadi
    Nasional

    Tragedi Kapal Virgo Mengapa Ini Terjadi

    16-09-2026 - 06.054 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Tragedi Kapal Virgo Mengapa Ini Terjadi

    zonamerahnews.com – Insiden karamnya Kapal Motor Virgo Transport 8 di Laut Jawa Minggu dini hari memicu pertanyaan besar. Banyak pihak mempertanyakan kelayakan operasional kapal tua ini di perairan Indonesia yang menantang. Seorang pakar hidrodinamika dari ITS Surabaya kini membongkar dugaan penyebab utamanya.

    Penelusuran mengungkap Virgo Transport 8 bukanlah kapal baru. Armada berumur 39 tahun ini adalah bekas kapal Jepang yang dibangun pada 1987 oleh Shin Kurushima Onishi Shipyard. Dengan identifikasi IMO 8625179 kapal sepanjang 119 meter dan berbobot 4277 GT ini awalnya bernama Ferry Kurushima.

    Tragedi Kapal Virgo Mengapa Ini Terjadi
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Selama hampir empat dekade hingga pertengahan 2025 kapal ini melayani rute Kokura Matsuyama melintasi Laut Pedalaman Seto Jepang. Perairan Seto dikenal dangkal dengan kedalaman rata-rata 38 meter dan terlindungi oleh tiga pulau besar. Kondisi ini menjadikannya rute pelayaran yang tenang bebas dari cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

    Namun nasib kapal berubah drastis setelah diakuisisi PT Virgo Karya Shipping akhir 2025. Sejak Juli 2026 kapal ini dipaksa berlayar di rute Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Meskipun sama-sama dangkal rute baru ini melintasi Laut Jawa yang merupakan laut lepas. Laut Jawa sangat rentan terhadap angin monsun yang memicu arus kuat dan potensi gelombang bergejolak antara satu setengah hingga dua setengah meter.

    Profesor Ir I Ketut Aria Pria Utama pakar Hidrodinamika dari Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya menyoroti masalah krusial. Menurutnya usia kapal bukanlah faktor utama jika perawatan terjaga. Yang lebih vital adalah aspek perancangan performa kapal di laut atau seakeeping yang sering terabaikan di Indonesia.

    "Pertanyaan utamanya adalah apakah desain kapal buatan Jepang itu memang cocok dan direkomendasikan untuk berlayar di lautan Indonesia yang kerap bergelombang tinggi" ujar Prof Ketut di ITS Surabaya Selasa lalu. Guru Besar Teknik Perkapalan ITS itu menegaskan perbedaan topografi perairan menuntut spesifikasi kelayakan yang berbeda. Kapal yang didesain untuk laut pedalaman Jepang yang tenang membutuhkan penyesuaian stabilitas signifikan saat dialihkan ke rute laut lepas.

    Lebih lanjut Prof Ketut membeberkan kapal ferry Ro-Ro di negara empat musim seperti Jepang umumnya memiliki lambung tertutup rapat untuk menghadapi suhu dingin. Namun saat dioperasikan di Indonesia lambung kapal sering dimodifikasi dengan menambah bukaan samping. Alasan modifikasi ini seringkali hanya untuk menghemat penggunaan AC dan menekan beban pajak ruang tertutup yang berisiko bagi stabilitas kapal.

    Modifikasi lambung seperti penambahan pintu rampa samping yang diduga tidak tertutup rapat dapat memicu hilangnya keseimbangan kapal secara drastis. Ini berpotensi besar menjadi celah masuknya air laut. Jika air dalam jumlah besar masuk ke geladak kendaraan tanpa sistem pompa memadai air akan terjebak dan memicu efek permukaan bebas atau sloshing effect. Efek inilah yang membuat kapal seketika kehilangan keseimbangan dan bergoyang tidak normal.

    Kondisi kapal yang oleng akan semakin parah jika muatan kendaraan berat di dalamnya tidak diikat sesuai standar keselamatan pelayaran. Pergerakan puluhan truk yang tidak terkontrol dapat menggeser titik pusat massa kapal secara ekstrem. Ini adalah risiko fatal yang sering terabaikan.

    Faktor fatal lain yang disinyalir berkontribusi pada banyaknya korban jiwa adalah rendahnya disiplin kru terhadap standar edukasi keselamatan. Prof Ketut mencontohkan armada pelayaran di Indonesia jarang mempraktikkan safety induction layaknya di pesawat terbang. Penumpang seringkali masuk dan menyebar begitu saja tanpa pengarahan posisi evakuasi maupun panduan penggunaan jaket pelampung. Hal ini krusial untuk memastikan penumpang memahami langkah evakuasi mandiri di tengah laut yang tidak terduga.

    Meskipun dugaan kelemahan operasional dan modifikasi kapal terlihat jelas Prof Ketut menegaskan semua rentetan dugaan penyebab karamnya KM Virgo Transport 8 ini harus dibuktikan melalui investigasi menyeluruh oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi KNKT. "Semua ini sifatnya dugaan silakan memberi analisis tapi kesimpulannya ada di KNKT" pungkas Prof Ketut.

    KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu 13 September pukul 0200 WITA. Kapal ini berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu 12 September mengangkut 243 orang penumpang awak kapal dan kru serta 89 kendaraan. Dari total korban 108 berhasil dievakuasi selamat 6 ditemukan meninggal dunia dan 129 lainnya masih dalam pencarian.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Kapal Kargo Ekspor Dicegat TNI AL

    28-10-2026 - 08.35

    Waspada Macet Parah di Pusat Jakarta Hari Ini

    28-10-2026 - 08.05

    Revisi UU Tipikor Masih Jadi Teka Teki

    28-10-2026 - 06.37

    Teknologi Baru Padamkan Api Hutan

    28-10-2026 - 06.05

    Prabowo Kucurkan Rp125 Miliar Atasi Karhutla Jambi

    28-10-2026 - 03.05

    Malaysia Siapkan Armada Udara Padamkan Karhutla

    27-10-2026 - 22.35
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Kapal Kargo Ekspor Dicegat TNI AL

    Nasional 28-10-2026 - 08.35

    zonamerahnews.com – Misteri penahanan kapal kargo MV Global 88 yang tengah membawa muatan rokok putih…

    Waspada Macet Parah di Pusat Jakarta Hari Ini

    28-10-2026 - 08.05

    Revisi UU Tipikor Masih Jadi Teka Teki

    28-10-2026 - 06.37

    Teknologi Baru Padamkan Api Hutan

    28-10-2026 - 06.05
    Our Picks

    Kapal Kargo Ekspor Dicegat TNI AL

    28-10-2026 - 08.35

    Waspada Macet Parah di Pusat Jakarta Hari Ini

    28-10-2026 - 08.05

    Revisi UU Tipikor Masih Jadi Teka Teki

    28-10-2026 - 06.37

    Teknologi Baru Padamkan Api Hutan

    28-10-2026 - 06.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.