zonamerahnews.com – Kabut asap tebal kembali menyelimuti wilayah Kalimantan Barat, khususnya area sekitar Bandara Internasional Supadio Pontianak. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius setelah sejumlah penerbangan dilaporkan mengalami gangguan signifikan. Jarak pandang yang menurun drastis akibat asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman nyata bagi keselamatan operasional bandara.
Situasi terkini menunjukkan bahwa beberapa jadwal penerbangan terpaksa ditunda, bahkan ada yang dibatalkan demi alasan keamanan. Para penumpang yang hendak berangkat atau tiba di Pontianak harus menghadapi ketidaknyamanan dan penundaan yang tidak terduga. Pihak maskapai dan otoritas bandara terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang secara ketat, mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.

Fenomena karhutla yang terus berulang setiap musim kemarau menjadi sorotan tajam. Asap yang dihasilkan tidak hanya mengganggu sektor transportasi udara, tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan masyarakat serta lingkungan. Berbagai upaya pemadaman terus digencarkan oleh tim gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai titik api yang tersebar.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Penggunaan masker sangat disarankan untuk meminimalisir dampak buruk polusi udara terhadap pernapasan. Diharapkan, hujan segera turun untuk membantu memadamkan api dan mengembalikan kualitas udara di Kalimantan Barat menjadi normal kembali, sehingga aktivitas penerbangan dapat pulih tanpa hambatan.

