zonamerahnews.com – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini merajalela di kawasan pegunungan Jawa Timur. Lima gunung sekaligus dilaporkan dilalap si jago merah, menghanguskan total 1.488 hektare lahan. Situasi ini memicu kekhawatiran mendalam di berbagai pihak.
Satriyo Nurseno, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, mengungkapkan bahwa titik api tersebar di Gunung Kawinajang, Argopuro, Bromo, Semeru, dan yang terbaru, Gunung Lawu. Skala kebakaran yang meluas ini menuntut respons cepat dan terkoordinasi.

Situasi paling genting terjadi di Gunung Kawinajang Kabupaten Blitar dan Savana Gunung Buthak Kabupaten Malang. Diperkirakan 800 hektare ekosistem telah musnah, dan angka ini diprediksi masih akan bertambah. Api masih berkobar di sisi selatan Kawinajang. Operasi pemadaman udara dengan water bombing sempat terpaksa dihentikan karena angin kencang dan asap tebal yang membahayakan penerbangan. Akibatnya, tim gabungan kini memfokuskan upaya pemadaman manual di lereng-lereng yang dapat dijangkau oleh personel darat.
Sementara itu, Gunung Argopuro, khususnya di Gunung Gilap Desa Suci, telah kehilangan 488 hektare lahan. Medan yang sangat curam menjadi penghalang utama bagi tim darat untuk mencapai titik api. Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jember berjuang membuat sekat bakar dan membasahi bara api. Beruntung, hujan ringan sempat turun di sekitar Hutan Lumut, sedikit meringankan tugas petugas. Meskipun demikian, sisa-sisa api masih terlihat di beberapa lokasi. Vegetasi seperti cemara gunung dan semak belukar hangus, menyisakan pohon tumbang dan kepulan asap.
Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sekitar 200 hektare kawasan Gunung Bromo di Desa Ngadas, Watu Gede, dan Jemplang telah ludes. Kabut tebal sempat menghalangi pemantauan, namun tim darat tak henti menyisir menggunakan jet shooter, alkon, dan mobil tandon air. BPBD Jawa Timur bahkan mengerahkan drone water spray untuk mempercepat penanganan, meski secara visual titik api sudah tidak terlihat, hanya menyisakan asap.
Masih di TNBTS, api juga berkobar di Gunung Semeru, tepatnya di Blok Metigi Renteng, Desa Argosari, Lumajang. Berbeda dengan Bromo, cuaca di Semeru cenderung cerah. Luasan dampak masih dalam proses pendataan, dengan tim pemadam berupaya keras menekan api secara manual menggunakan alat gepyok.
Di tengah perjuangan memadamkan empat gunung tersebut, BPBD Jatim menerima laporan kebakaran baru di Gunung Lawu pada Senin pagi. Api melanda perbatasan Desa Jabung Magetan dan Desa Karangrejo Ngawi, tepatnya di Petak 50 dan 44 RPH Jabung, dan masih menyala. Hingga kini, personel BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD daerah terus melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan aparat desa setempat. Satriyo menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam insiden-insiden ini, namun dampak kerugian masih terus diinventarisasi.

