zonamerahnews.com – Dua siswi asal Kabupaten Karo Sumatera Utara yang menjadi korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani perawatan medis lanjutan. Febiona dan Agnesia, nama kedua pelajar tersebut, bertolak dari Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang pada Sabtu lalu. Keputusan merujuk keduanya ke ibu kota merupakan tindak lanjut dari permintaan langsung Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang menginginkan penanganan khusus bagi mereka.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjelaskan, meskipun tim dokter di Sumut dinilai mumpuni, kondisi psikologis kedua siswi ini membutuhkan atensi lebih. "Secara medis, tim dokter kami di Medan sangat mampu. Namun, Bapak Wakil Presiden saat berkunjung meminta agar penanganan keduanya langsung dimonitor oleh beliau," ujar Bobby usai melepas keberangkatan mereka.

Tim medis dari Sumatera Utara turut mendampingi Febiona dan Agnesia selama proses perawatan di Jakarta. Langkah ini diambil untuk memastikan koordinasi yang baik dan kesinambungan penanganan, mengingat riwayat medis mereka yang sebelumnya ditangani oleh dokter di daerah. Gubernur Bobby menegaskan, fokus pemulihan tidak hanya pada aspek fisik, melainkan juga kesehatan mental dan psikologis anak-anak yang terdampak.
"Anak-anak yang menunjukkan indikasi medis dan trauma lebih tinggi dari teman-teman lainnya, Bapak Wapres meminta langsung dibawa ke Jakarta. Tim dokter kita juga ikut berangkat, ini atas perintah langsung dari Bapak Wakil Presiden," tambah Bobby.
Insiden keracunan massal ini terjadi pada 13 Agustus 2026 (as per source, likely typo for 2023/2024), menimpa 353 pelajar di Kabupaten Karo setelah menyantap hidangan dari program MBG di sekolah. Gejala keracunan baru dirasakan para korban beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut. Dari ratusan siswa yang terdampak, Febiona dan Agnesia menunjukkan gejala paling serius. Febiona dilaporkan mengalami gangguan ingatan dan kejang-kejang, sementara Agnesia menghadapi masalah pada fungsi ginjalnya.

