zonamerahnews.com – Kabar terbaru datang dari kepolisian terkait kasus pengeroyokan sadis yang merenggut nyawa Bambang Setiawan, seorang pedagang kaca di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus lalu. Setelah serangkaian penyelidikan intensif, motif di balik aksi brutal tiga tersangka akhirnya berhasil diungkap, mengejutkan banyak pihak.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa para pelaku merasa terganggu dengan kericuhan yang terjadi di Jalan Raya Pejompongan malam itu. Menurut keterangan yang diperoleh penyidik, ketiga tersangka yang sehari-hari mengais rezeki di sekitar lokasi kejadian, terprovokasi dan turut serta dalam kekacauan tersebut.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam dari penyidik kami, para pelaku mengakui merasa terusik dengan insiden yang berlangsung saat mereka melintas di area tersebut," terang Kombes Iman kepada awak media di Polda Metro Jaya. Ia menambahkan bahwa karena para tersangka memang mencari nafkah di sekitar tempat kejadian perkara, mereka kemudian ikut terlibat dalam kerusuhan yang memuncak pada pengeroyokan fatal itu.
Iman juga menegaskan bahwa penyelidikan tidak menemukan adanya afiliasi para tersangka dengan organisasi atau kelompok tertentu. "Kami pastikan tidak ada keterkaitan dengan organisasi manapun. Dari pengakuan para pelaku, mereka hanya kebetulan melintas dan ikut dalam kericuhan," ujarnya.
Tiga individu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden tragis ini, yakni PS (23), DS (33), dan DDS (29). Ketiganya kini telah mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Sementara itu, penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya dalang atau penyandang dana di balik kerusuhan yang terjadi pasca demo di kawasan MPR/DPR RI, Senayan, yang mungkin berkaitan dengan konteks kejadian ini.

