zonamerahnews.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU periode 2026-2031 Abdul Hakim Mahfudz atau akrab disapa Gus Kikin kini menjadi sorotan. Ia mengungkapkan strategi uniknya dalam membentuk jajaran kepengurusan baru. Bukan sekadar memilih nama, Gus Kikin menegaskan akan berpegang teguh pada tradisi luhur NU yakni istikharah demi mendapatkan arahan terbaik.
Langkah istikharah ini bukan tanpa alasan. Gus Kikin menjelaskan bahwa tradisi spiritual tersebut merupakan kunci untuk memohon petunjuk dari Allah SWT. Tujuannya jelas mencari figur-figur yang paling tepat dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta umat. Dengan demikian, setiap keputusan dalam menyusun kepengurusan diharapkan mendapat ridha ilahi.

Pembentukan struktur organisasi yang solid menjadi prioritas utama bagi Gus Kikin. Ia menyadari betul bahwa tanpa formasi kepengurusan yang lengkap, roda aktivitas PBNU tidak akan berjalan optimal. Program-program strategis dan pelayanan kepada masyarakat akan terhambat. Oleh karena itu, percepatan pembentukan kepengurusan sangat krusial agar PBNU segera dapat berkhidmah secara penuh.
Sebagai tanda dimulainya era kepemimpinannya, Gus Kikin belum lama ini melakukan kunjungan perdana ke Kantor PBNU di Jakarta Pusat. Momen tersebut dimanfaatkannya untuk bersilaturahmi dengan seluruh staf dan karyawan yang menjadi tulang punggung operasional PBNU sehari-hari. Tak hanya itu, ia juga meninjau langsung ruang kerja yang akan menjadi pusat aktivitasnya sebagai Ketua Umum.
Gus Kikin sendiri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PBNU untuk masa khidmah 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU. Acara akbar tersebut berlangsung meriah pada 27 hingga 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur. Dalam muktamar tersebut, Miftahul Achyar juga ditetapkan sebagai Rais Aam untuk periode yang sama. Pemilihan Gus Kikin dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi AHWA setelah mendapat restu tertulis dari Rais Aam terpilih dan berhasil meraih dukungan tertinggi dari muktamirin yakni 472 suara mengungguli empat kandidat lainnya.

