zonamerahnews.com – Kobaran api di lereng Gunung Semeru Kabupaten Lumajang terus menjadi perhatian serius. Operasi pemadaman masif dari udara yang dikenal sebagai water bombing kini menghadapi tantangan besar. Angin kencang yang berembus tak hanya mempercepat laju api namun juga menyulitkan manuver helikopter yang bertugas menyiramkan air. Situasi ini menciptakan drama tersendiri dalam upaya penyelamatan hutan Semeru.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto pada Kamis siang mengungkapkan masih ada dua titik api utama yang menyala. Lokasinya berada di sekitar Ranu Kumbolo dan Ranu Pane B29. Kedua area tersebut dikenal sangat terpencil terjal dan sulit dijangkau oleh tim darat. Ini menambah kompleksitas upaya pemadaman yang sedang berlangsung.

Gatot menjelaskan bahwa angin kencang adalah kendala utama di lapangan. "Selain membuat api cepat menjalar operasi water bombing juga terkendala akibat hempasan angin" ujarnya. Kondisi ini memaksa tim pemadam bekerja ekstra hati-hati demi keselamatan dan efektivitas.
Meskipun demikian operasi water bombing tetap berjalan tanpa henti. Sebuah helikopter PK-DAP milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB yang didatangkan dari Lampung telah memulai aksinya sejak Rabu. Helikopter ini fokus menyiram area barat Pos 1 Pendakian tepatnya di tebing punggungan Desa Ranupane Kecamatan Senduro. Hingga Kamis siang pukul 12.00 WIB helikopter berkapasitas 1000 liter air per bucket ini sudah melakukan 21 kali penyiraman dengan total 21000 liter air.
Selain dari udara tim gabungan di darat juga tak kenal lelah. Mereka berjuang memadamkan api secara manual dan membuat sekat bakar. Strategi ini bertujuan untuk memutus jalur perambatan api agar tidak meluas ke permukiman warga yang berada di sekitar kawasan hutan. Data dari Pusat Pengendalian Operasi Pusdalop BPBD Jatim menunjukkan bahwa luas lahan yang terdampak kebakaran di Semeru kini telah mencapai sekitar 600 hektare.
Gatot Soebroto berharap cuaca segera membaik. "Semoga cuacanya lebih mendukung karena angin yang kencang mempengaruhi keamanan unit helikopter saat melakukan operasi water bombing" harapnya. Perubahan cuaca diharapkan dapat membantu mengoptimalkan seluruh operasi pemadaman demi menyelamatkan paru-paru Jawa Timur ini.

