Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Suket SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Oleh MA

    31-10-2026 - 18.35

    Strategi Baru TNI di Papua Perkuat Komando

    31-10-2026 - 18.05

    Geger Peredaran Narkoba Deli Serdang Disikat Polisi

    31-10-2026 - 16.35
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Suket SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Oleh MA
    • Strategi Baru TNI di Papua Perkuat Komando
    • Geger Peredaran Narkoba Deli Serdang Disikat Polisi
    • OKI Membara 37 Titik Api Kepung 8 Kecamatan
    • 22 Tahun DPD RI Kawal Daerah Apa Hasil Nyatanya
    • Bahaya Pinjol dan Judol Mengintai Warga Jabar
    • Ijazah SMA Gibran Resmi Dinyatakan Tidak Sah
    • Suket SMA Gibran Resmi Dinyatakan Tidak Sah
    Sabtu, 31 Oktober 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Geger Penahanan Febrie Sah Meski Tanpa Tanda Tangan
    Nasional

    Geger Penahanan Febrie Sah Meski Tanpa Tanda Tangan

    24-08-2026 - 18.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Geger Penahanan Febrie Sah Meski Tanpa Tanda Tangan

    zonamerahnews.com – Sebuah fakta mengejutkan terkuak dalam sidang praperadilan yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah. Guru Besar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia UAI Suparji Ahmad menegaskan bahwa penahanan Febrie tetap sah secara hukum meskipun tidak diteken oleh Direktur Penyidikan. Pernyataan ini disampaikan Suparji saat menjadi saksi ahli yang dihadirkan tim hukum Kejaksaan Agung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin 24 Agustus.

    Menurut Suparji, merujuk pada Pasal 90 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana KUHAP kewenangan seorang penyidik untuk melakukan tindakan hukum adalah jelas. Ia menjelaskan bahwa surat penetapan penahanan yang ditandatangani oleh penyidik Zet Todung Allo memiliki kekuatan hukum yang sah. Hal ini berlaku meskipun penandatangan bukan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.

    Geger Penahanan Febrie Sah Meski Tanpa Tanda Tangan
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Suparji memaparkan bahwa kewenangan penyidik bersifat atributif, artinya kewenangan tersebut lahir dan dijamin oleh ketentuan perundang-undangan. Pasal 90 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP secara eksplisit memberikan wewenang kepada penyidik untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka, melakukan penahanan, hingga menyita barang bukti. Ini adalah dasar hukum kuat yang mendukung keabsahan tindakan penyidik dalam kasus ini.

    Lebih lanjut, ahli hukum tersebut juga menyoroti bahwa surat perintah penyidikan sprindik tidak termasuk dalam objek yang dapat diuji melalui praperadilan. Sprindik dianggap sebagai bagian dari dokumen administrasi yang menandai dimulainya suatu proses penyidikan, bukan sebagai upaya paksa yang dapat digugat. Praperadilan sendiri berfungsi untuk menguji legalitas tindakan penyidik yang bersifat memaksa dan berpotensi melanggar hak asasi manusia.

    Objek praperadilan meliputi upaya paksa, sah atau tidaknya penghentian penyidikan atau penuntutan, ganti rugi, rehabilitasi, serta penundaan penanganan perkara tanpa alasan hukum yang jelas atau undue delay. Dengan demikian, permohonan Febrie yang mempersoalkan sprindik dinilai tidak relevan dalam forum praperadilan.

    Sebelumnya Febrie Adriansyah mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam petitumnya ia meminta hakim tunggal untuk membatalkan penahanan yang dilakukan Kejaksaan Agung. Febrie juga memohon agar surat perintah penahanan Nomor PRIN-43/F/Fd.2/07/2026 tertanggal 24 Juli 2026 dinyatakan tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat beserta seluruh akibat hukumnya. Namun pandangan ahli ini memberikan sudut pandang berbeda terhadap permohonan tersebut.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Suket SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Oleh MA

    31-10-2026 - 18.35

    Strategi Baru TNI di Papua Perkuat Komando

    31-10-2026 - 18.05

    Geger Peredaran Narkoba Deli Serdang Disikat Polisi

    31-10-2026 - 16.35

    OKI Membara 37 Titik Api Kepung 8 Kecamatan

    31-10-2026 - 16.05

    22 Tahun DPD RI Kawal Daerah Apa Hasil Nyatanya

    31-10-2026 - 13.35

    Bahaya Pinjol dan Judol Mengintai Warga Jabar

    31-10-2026 - 13.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Suket SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Oleh MA

    Nasional 31-10-2026 - 18.35

    zonamerahnews.com – Dunia politik tanah air mendadak gempar setelah Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan mengejutkan terkait…

    Strategi Baru TNI di Papua Perkuat Komando

    31-10-2026 - 18.05

    Geger Peredaran Narkoba Deli Serdang Disikat Polisi

    31-10-2026 - 16.35

    OKI Membara 37 Titik Api Kepung 8 Kecamatan

    31-10-2026 - 16.05
    Our Picks

    Suket SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Oleh MA

    31-10-2026 - 18.35

    Strategi Baru TNI di Papua Perkuat Komando

    31-10-2026 - 18.05

    Geger Peredaran Narkoba Deli Serdang Disikat Polisi

    31-10-2026 - 16.35

    OKI Membara 37 Titik Api Kepung 8 Kecamatan

    31-10-2026 - 16.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.