zonamerahnews.com – Situasi di Kalimantan Barat kian memanas Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB baru-baru ini merilis data mengejutkan terkait lonjakan titik api di wilayah tersebut. Dalam rentang waktu 24 jam terakhir saja tercatat hampir 200 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan karhutla yang meluas.
Informasi krusial ini disampaikan oleh Brigjen TNI Purn Asrianus Bulo Tenaga Ahli Kepala BNPB di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja ke Kalimantan. Bulo menegaskan bahwa 198 titik api berkategori tinggi tersebut bukan sekadar asap biasa melainkan sinyal kuat adanya kobaran api yang memerlukan perhatian serius. Selain itu terdeteksi pula ribuan titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah yang lebih banyak menunjukkan kepulan asap tebal serta ratusan titik dengan kepercayaan rendah.

Penyebaran titik api berkonsentrasi di beberapa kabupaten krusial. Ketapang menjadi wilayah paling terdampak disusul Kubu Raya dan Kayong Utara. Ancaman karhutla juga meluas hingga ke sektor selatan dan timur meliputi Kabupaten Sanggau Sintang dan Sambas menambah daftar panjang area yang harus diwaspadai.
Di tengah situasi genting ini harapan akan bantuan alam sedikit muncul. BNPB memprediksi potensi hujan ringan di beberapa bagian Kalimantan Barat antara tanggal 21 hingga 27 Agustus terutama di wilayah timur. Namun upaya modifikasi cuaca yang sebelumnya dilakukan BNPB dari 11 hingga 18 Agustus terpaksa dihentikan sementara karena ketiadaan awan yang memadai untuk disemai.
Menyikapi krisis ini Presiden Prabowo Subianto turun langsung memimpin penanganan karhutla di Kalimantan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden telah menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk memimpin operasi penanganan di lapangan khususnya untuk Kalimantan Barat. Prabowo menekankan pentingnya penanganan yang cepat dan optimal agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal tanpa terganggu kabut asap dan ancaman kebakaran.

