zonamerahnews.com – Jagat media sosial kembali digegerkan oleh kasus dugaan promosi produk liquid vape yang melibatkan anak-anak di bawah umur. YouTuber Muhammad Jannah, yang dikenal dengan nama Bigmo, kini menjadi sorotan utama. Menanggapi insiden yang memicu kekhawatiran publik ini, Polda Metro Jaya bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI untuk mengusut tuntas aspek perlindungan anak dalam perkara tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, langkah ini diambil guna memperdalam penyelidikan terkait potensi pelanggaran hak anak serta penerapan hukum yang relevan. "Penyelidik dari Direktorat PPA PPO Polda Metro Jaya secara aktif berkoordinasi dengan KPAI DKI Jakarta dan para ahli pidana. Tujuannya jelas, untuk mengurai setiap detail terkait perlindungan anak dan memastikan penegakan hukum yang tepat," tegas Budi kepada awak media pada Jumat (21/8).

Selain Bigmo, pihak kepolisian juga berencana memanggil kreator konten lain bernama Melvin untuk dimintai keterangan. Meskipun jadwal pemeriksaan belum diungkapkan secara rinci, Budi memastikan bahwa proses pendalaman kasus terus berjalan. Sebelumnya, Bigmo sendiri telah memenuhi panggilan polisi pada Senin (10/8) lalu, di mana ia harus menjawab sekitar 40 pertanyaan dari penyidik terkait aduan yang menimpanya.
Kuasa hukum Bigmo, Sangun Ragahdo, dalam keterangannya usai pemeriksaan, membantah adanya niat eksploitasi anak. Menurut Ragahdo, sesi live streaming yang menjadi pangkal masalah itu berlangsung spontan dan tanpa skenario. "Bigmo hanya datang bersama dua rekannya, dan semua terjadi begitu saja. Tidak ada sedikit pun niat dari Bigmo untuk mengeksploitasi anak-anak dalam insiden yang sempat viral itu," ujar Ragahdo.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan itikad baik, Bigmo disebut telah mendatangi keluarga anak-anak yang terlibat dalam video tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf secara langsung, yang kemudian diterima oleh para orang tua. "Bigmo telah bersilaturahmi dengan keluarga anak-anak tersebut, menyampaikan penyesalan, dan alhamdulillah, para orang tua telah memaafkan. Jadi, tidak ada lagi masalah di antara mereka," tambah Ragahdo.
Bigmo sendiri turut menyampaikan permintaan maafnya kepada publik atas kegaduhan yang ditimbulkan. "Saya mohon maaf atas keramaian yang saya ciptakan. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk ke depannya bisa membuat konten yang lebih positif dan bermanfaat," pungkas Bigmo, berjanji akan lebih berhati-hati dalam setiap karyanya.

