zonamerahnews.com – Sebuah drama menegangkan di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam Sumatera Barat akhirnya menemukan titik terang Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA Sumatera Barat berhasil mengevakuasi seekor Harimau Sumatera yang selama ini meresahkan warga Satwa dilindungi itu sebelumnya sering terlihat berkeliaran dekat permukiman bahkan fasilitas pendidikan seperti sekolah menimbulkan ketakutan massal.
Konflik antara manusia dan harimau ini bermula dari laporan serangan terhadap ternak warga Senin sore pukul 1630 WIB Balai KSDA Sumbar menerima informasi dua ekor kambing milik penduduk menjadi korban terkaman Harimau Sumatera Tim Wildlife Rescue Unit WRU segera bergerak cepat melakukan verifikasi lapangan Petugas menemukan satu kambing mati dengan luka gigitan di leher sementara satu kambing lain raib hanya menyisakan dua kaki depan di semak belukar.

Lokasi kejadian sungguh mengkhawatirkan hanya berjarak sekitar 50 meter dari SDN 10 Palimbatan 100 meter dari SMP Negeri 1 Palupuh dan 150 meter dari Masjid Syukra Keberadaan harimau di area padat penduduk dan dekat sekolah memicu kecemasan mendalam di kalangan masyarakat Sebelumnya pada 31 Juli 2026 interaksi negatif serupa juga terjadi menimpa anjing dan kambing warga.
Melihat frekuensi kejadian yang berulang dan ancaman yang terus membayangi Balai KSDA Sumbar mengambil tindakan tegas Selasa 11 Agustus pukul 1800 WIB sebuah perangkap jebak atau box trap dipasang di lokasi strategis Tak butuh waktu lama sekitar pukul 1945 WIB tim menerima kabar gembira dari penjaga SDN 10 Palimbatan Harimau Sumatera itu akhirnya masuk perangkap.
Tim Balai KSDA Sumatera Barat segera melakukan evakuasi harimau dengan berkoordinasi bersama Polsek Palupuh demi memastikan proses berjalan aman dan terkendali Prioritas utama adalah keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko terhadap satwa langka itu Setelah berhasil dievakuasi Harimau Sumatera tersebut dititipkan pada lembaga konservasi untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Penanganan cepat konflik harimau di Agam ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang menempatkan mitigasi konflik manusia dan satwa liar sebagai pilar penting pengelolaan konservasi Pemasangan box trap menjadi langkah mitigasi krusial untuk mengurangi interaksi berulang terutama mengingat lokasi kejadian yang sangat dekat dengan sekolah dan fasilitas umum Komitmen ini juga selaras dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap perlindungan kekayaan alam dan keanekaragaman hayati Indonesia.

