zonamerahnews.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menepis tegas berbagai desas-desus yang menyebut dirinya sakit parah dan akan mundur dari jabatannya di Kabinet. Pratikno justru menegaskan bahwa ia sedang sibuk menjalankan tugas negara, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo.
"Tidak ada sakit, tidak ada mundur. Saya sedang bertugas di lapangan," ujar Pratikno melalui sambungan telepon pada Rabu kemarin. Ia menjelaskan, sejak pagi hari itu, dirinya telah berada di Bromo untuk memimpin langsung upaya pemadaman karhutla yang melanda Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.

Pratikno mengungkapkan bahwa pada hari yang sama, ia telah mengadakan rapat koordinasi intensif guna mempercepat proses pemadaman api. Dari total 36 titik api yang teridentifikasi, ia menyebutkan bahwa saat ini masih tersisa dua titik api yang memerlukan penanganan serius. "Masih ada dua titik api, oleh karena itu kami tetap mempertahankan bantuan dari BNPB untuk operasi water bombing," jelasnya.
Salah satu tantangan besar dalam memadamkan karhutla Bromo, lanjut Pratikno, adalah kendala dalam menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Keterbatasan awan di langit Bromo menjadi penghambat utama. "Kami perkirakan, jika sesuai ramalan cuaca, awan baru akan muncul dalam empat hari ke depan untuk memungkinkan OMC," tambahnya.
Kabar mengenai kondisi kesehatan Pratikno yang menurun serta rencana pengunduran dirinya sebelumnya juga telah dibantah oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Prasetyo menegaskan bahwa Pratikno berada dalam kondisi prima dan tidak ada informasi yang diterimanya mengenai sakit. "Sehat, yang saya tahu beliau sehat. Tidak ada kabar bahwa beliau sedang sakit," pungkas Prasetyo.

