zonamerahnews.com – Jilatan api di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru TNBTS terus merajalela melahap lahan hijau hingga mencapai angka fantastis 899 hektare Kondisi darurat ini mendorong pengerahan segala upaya untuk menghentikan amukan si jago merah yang tak kunjung padam hingga Selasa ini
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengungkapkan tim gabungan berjibaku memaksimalkan operasi water bombing Fokus utama pengerahan helikopter pemadam diarahkan ke wilayah Dingklik Pasuruan dan P30 Probolinggo Namun upaya pemadaman dari udara ini menghadapi rintangan berat Keterbatasan sumber air yang lokasinya jauh dari titik api ditambah hembusan angin kencang dan perubahan cuaca ekstrem menjadi momok tersendiri

Selain itu topografi Bromo yang curam serta melimpahnya ilalang dan serasah kering yang mudah terbakar semakin mempersulit gerak petugas Untuk itu penanganan di jalur darat juga diperkuat Sejak kemarin dua unit truk pemadam kebakaran dua truk tangki satu kendaraan L300 pembawa tandon air serta satu drone water spray telah diterjunkan ke lokasi
Keseriusan penanganan bencana ini terlihat dari kehadiran Kepala BNPB dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Menko PMK di posko penanganan Bromo siang tadi Keduanya memberikan arahan langsung untuk mengoptimalkan seluruh kekuatan yang ada termasuk personel TNI Polri dan tim terkait lainnya Kombinasi strategi tim darat dan operasi water bombing diharapkan mampu mengendalikan titik-titik api yang masih berpotensi meluas
Kebakaran dahsyat ini pertama kali terdeteksi pada Senin 3 Agustus sekitar pukul 17.00 WIB Akibat meluasnya jilatan api Taman Nasional Bromo Tengger Semeru TNBTS telah menutup sementara seluruh akses wisata ke Gunung Bromo sejak Sabtu 8 Agustus malam demi keselamatan pengunjung dan upaya pemadaman

