zonamerahnews.com – Kawasan konservasi Gunung Bromo di wilayah Probolinggo kini tengah dilanda musibah hebat. Kebakaran hutan dan lahan karhutla yang tak kunjung padam terus meluas menghanguskan area hijau. Data terbaru hingga Jumat sore menunjukkan bahwa luas lahan yang telah dilalap si jago merah mencapai sekitar 176,20 hektare sebuah angka yang diperkirakan masih akan terus bertambah seiring belum tuntasnya proses pemadaman.
Tragedi ini bermula sejak Senin 3 Agustus sekitar pukul 17.00 WIB. Sejak saat itu Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru BB TNBTS terpaksa menutup sebagian besar area wisata demi keselamatan. Pintu masuk dari arah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang pun masih terkunci rapat hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur Satriyo Nurseno menjelaskan bahwa titik api saat ini terkonsentrasi di wilayah timur mendekati Bukit B29. Sementara itu kabar baik datang dari wilayah utara Desa Sariwani Kecamatan Sukapura serta Bukit Jantur di mana api dilaporkan telah berhasil dipadamkan meskipun kepulan asap masih terlihat samar.
Berbagai upaya keras telah dikerahkan untuk menjinakkan amukan api. Sebuah helikopter water bombing jenis PK-DBM milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB turut diterjunkan. Pada Jumat saja helikopter ini telah melakukan satu sorti dengan empat kali rit menjatuhkan total 4.000 liter air untuk membasahi area yang terbakar. Air untuk operasi ini diambil langsung dari Danau Ranu Pani.
Tak hanya dari udara tim gabungan BPBD Provinsi Jatim dan petugas lainnya juga berjibaku di darat. Mereka menyisir lereng-lereng curam dari atas dan bawah tebing menggunakan satu unit truk pemadam kebakaran satu unit truk tangki BPBD Jatim satu unit mobil L300 yang membawa tandon air serta satu unit drone water spray untuk menjangkau titik sulit.
Namun perjuangan tim pemadam tidaklah mudah. Kondisi medan yang terjal di lereng Kaldera Bromo ditambah hembusan angin kencang menjadi tantangan berat. Bahkan dua helikopter bantuan lainnya HU-4205 dan HU-4206 sempat harus kembali ke markas komando karena kendala teknis seperti ukuran braket yang terlalu besar dan hambatan di area pengambilan air di Ranu Pani serta Ranu Regulo.
Vegetasi yang menjadi korban keganasan api meliputi cemara gunung mentigen akasia dan semak belukar. Beruntung hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden ini. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bahkan telah meninjau langsung lokasi penanganan karhutla sebagai bentuk perhatian serius pemerintah daerah.
BPBD Provinsi Jatim terus berkoordinasi intensif dengan BB TNBTS BPBD Kabupaten Probolinggo BPBD Kabupaten Malang dan BPBD Kabupaten Lumajang. Penjagaan ketat juga diberlakukan di sejumlah titik strategis untuk mencegah api merembet ke wilayah Lumajang memastikan bahwa bencana ini tidak semakin meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

