zonamerahnews.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat mengakuisisi lahan seluas 40 hektare di Ciangir Legok Banten. Area strategis ini disiapkan khusus sebagai pusat pengolahan sampah organik dari wilayah Ibu Kota. Langkah revolusioner ini merupakan bagian integral dari ekosistem penanganan sampah Jakarta yang lebih luas demi mengurangi tekanan pada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu TPST Bantargebang Bekasi Jawa Barat.
Gubernur DKI Pramono Anung menegaskan pentingnya inisiatif ini sebagai fondasi penanganan sampah yang komprehensif. Dengan fasilitas baru ini diharapkan volume sampah organik yang masuk ke Bantargebang dapat berkurang signifikan membuka jalan bagi pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Tidak hanya sampah organik DKI Jakarta juga fokus pada penanganan sampah anorganik. Melalui fasilitas pengolahan sampah berkonsep 3R yakni reduce reuse dan recycle sampah anorganik akan diubah menjadi material bahan bakar alternatif RDF. Material ini selanjutnya akan didistribusikan ke pabrik semen sebagai sumber energi ramah lingkungan.
Perubahan besar juga menanti TPST Bantargebang. Mulai 1 Agustus 2026 Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap. Kebijakan ini menandai transisi penting dari praktik open dumping menuju metode pengelolaan sampah yang lebih aman bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Sistem controlled landfill mengadopsi pendekatan yang lebih terstruktur dalam penempatan dan pemadatan sampah. Tumpukan sampah akan ditutup secara berkala menggunakan material khusus. Metode ini terbukti efektif dalam menekan risiko kebakaran mengurangi emisi bau tak sedap meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan serta mencegah potensi longsor yang membahayakan.
Berdasarkan peta jalan Pengelolaan Sampah Jakarta 100 Persen Terkelola yang disusun bersama Kementerian Lingkungan Hidup progres pengelolaan sampah akan terlihat jelas. Pada kuartal kedua 2026 praktik open dumping masih mendominasi sekitar 7256 persen sementara pengolahan melalui fasilitas baru mencapai 759 persen. Namun memasuki kuartal ketiga dan keempat 2026 targetnya porsi open dumping akan menyusut drastis menjadi 5034 persen. Di saat yang sama penerapan controlled landfill ditargetkan mencapai 839 persen dan pengolahan sampah melalui berbagai fasilitas modern akan meningkat hingga 2028 persen.

