zonamerahnews.com – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto baru-baru ini melontarkan pernyataan penting yang menggugah kesadaran. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan kepemimpinan adalah kunci utama untuk mencapai kemajuan pembangunan yang hakiki. Menurutnya, sudah saatnya para pemimpin meninggalkan ego pribadi dan sektoral demi kepentingan yang lebih besar.
Pernyataan tersebut disampaikan Bima Arya dalam sambutannya pada acara jamuan makan malam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah KPPD Angkatan III Tahun 2026. Acara bergengsi itu diselenggarakan di Gedung Trigatra Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia Lemhannas RI Jakarta pada Selasa 14 Juli.

Bima Arya menyoroti fenomena yang kerap terjadi di kalangan kepala daerah. Banyak di antara mereka yang cenderung lebih memprioritaskan program-program hasil gagasannya sendiri. Ironisnya, hal ini seringkali membuat mereka mengabaikan atau bahkan melupakan capaian serta fondasi yang telah dibangun oleh pemimpin sebelumnya. Padahal, keberlanjutan adalah pilar esensial bagi lompatan kemajuan sebuah negara.
"Kunci sukses negara-negara seperti Singapura Tiongkok dan lainnya adalah keberlanjutan" tegas Bima Arya dalam keterangan tertulis Kementerian Dalam Negeri. Ia mengambil contoh transisi kepemimpinan di Singapura. Pergantian tongkat estafet di sana tidak hanya berjalan mulus namun justru berhasil memperkokoh ideologi serta agenda pembangunan nasional. Tidak ada ruang bagi ego sektoral atau programatik yang bisa menghambat.
Lebih jauh Bima Arya menambahkan bahwa seorang pemimpin sejati tidak hanya berorientasi pada pencarian eksistensi pengukiran prestasi atau sekadar pengakuan. Lebih dari itu pemimpin harus mampu menjadi mercusuar inspirasi sekaligus menyediakan ruang refleksi mendalam bagi orang lain.
Oleh karena itu ia berharap perjalanan edukasi yang ditempuh para peserta KPPD termasuk pembekalan di Lemhannas RI dan pembelajaran dari para pemimpin Singapura nantinya dapat menjadi bagian integral dalam membentuk kualitas kepemimpinan yang lebih substansial dan berdampak.

